Terjerat Hutang, Nyawa Anak dan Istri Melayang

 

Hanya karena persoalan ekonomi yang menghimpit keluarga, Lukman Nurul Hidayah sebagai kepala keluarga, tega menghabisi istri beserta dua anaknya yang masih kecil.  Lukman yang sehari-hari  bermukin di perumahan Griya Sienna 2, Panongan Kabupaten Tangerang. Bahkan Lukman saat melakukan pembunuhan dalam kondisi sadar dan tak mengalami gangguan kejiwaan. Fakta ini terungkap setelah penyidik dan tim psikiater melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Lukman. “Dari hasil tes yang kita terima dari tim psikiater didapat bahwa, pelaku tidak ada sama sekali mengalami gangguan jiwa yang diartikan dia sehat,” kata Kepala Polres Kota Tangerang, AKBP Sabilul Alif, Sabtu, 14 Oktober 2017.

 

detik.com//seorang beserta anaknya semasa hidup yang menjadi korban pembunuhan oleh Lukman Nurdin yang merupakan suaminya

Sabilul Alif mengatakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan Lukman tahun terhadap istri dan dua anak kandungnya diduga dilakukan secara tiba tiba. “Pelaku kalap melakukan penganiayaan yang menewaskan istri dan dua putrinya,” ujar Sabilul di tempat kejadian perkara pembunuhan di perumahan Graha Sienna 2, Blok M, nomor 10, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu 14 Oktober 2017.

Sabilul mengatakan peristiwa sadis ini terjadi pada Jumat malam 13 Oktober 2017. Selepas magrib, terjadi cekcok mulut antara Lukman dan istrinya Ana Robiah, 27 tahun. “Cekcok mulut sebentar, dan pelaku kalap memukul istrinya dengan besi lalu menusuk dengan pisau,”kata Sabilul.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Wiwin Setiawan mengatakan, saat itu Robiah baru saja melepaskan mukena habis sholat Magrib. “Korban pertama istrinya ditusuk dibagian perut dan dada sebanyak 6 tusukan,”  tutur Wiwin.

Anak bungsunya Carisa Humaira, 3 tahun yang saat itu sedang menonton televisi mencoba menarik tangan ayahnya agar berhenti memukuli ibunya. “Tapi pelaku kalap menusukan pisau ke perut korban kedua itu,” kata Wiwin. Korban ketiga adalah Syifa Syakilla (9) yang saat itu baru pulang sholat Magrib di Mushola dekat rumah.” Ketika masuk anak sulungnya yang berusia 9 tahun mencoba menjerit dan kabur, tapi oleh ayahnya langsung dibekap, kepalanya dibenturkan ke dinding, dibanting dan dicekik, korban ketiga tewas kehabisan nafas,” kata Wiwin.

Setelah menghabisi nyawa istri dan dua putrinya dengan pakaian masih berlumuran darah, Lukman menyerahkan diri dengan mendatangi pos polisi Panongan sekitar pukul 19.30 WIB. Kepala Kepolisian Sektor Panongan Ajun Komisaris Trisno Tahan Uji mengatakan terduga pelaku pembunuhan terhadap istri dan dua anaknya, Lukman, 40 tahun, datang ke kantor Polsek Panongan dengan tangan dan baju yang masih berlumuran darah. “Dia datang ke kantor Polsek Panongan, Jumat malam, dengan tubuh banyak darah dan mengaku telah membunuh istri dan anaknya,” kata Trisno, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Menurut dia, Lukman datang dengan tubuh berkeringat dan gemetar. “Dia syok sekali dan belum bisa memberikan keterangan yang lengkap dan detail.”

Polisi, kata Trisno, saat itu langsung mengamankan Lukman dan mendatangi tempat kejadian perkara pembunuhan di Perumahan Siena, Kampung Cipari, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. “Kami langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif di TKP rumah lokasi pembantaian istri dan dua anaknya//tempo.co

 

Sesampai di TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pisau dan sebatang besi yang berlumuran darah. Tindakan sadis yang dilakukan Lukman terjadi pada Jumat petang, 13 Oktober 2017.

Polisi, kata Trisno langsung menangkap Lukman saat itu. Sekitar pukul 20.00 polisi mendatangi rumah pelaku dan korban melakukan olah kejadian perkara pembunuhan kejam itu. “Di TKP kami menyita pisau dan besi yang masih berlumuran darah serta mukena dan sajadah yang juga dipenuhi darah,” kata Trisno.

Para tetangga tidak percaya dengan pembunuhan sangat sadis Lukman Nurul Hidayah, 37 tahun yang dikenal sebagai kepala keluarga yang baik, pendiam dan aktif bermasyarakat. “Kami tidak percaya, kok bisa? Selama ini keluarga Lukman terlihat baik baik saja, tak pernah cekcok,” ujar Nurdin Lucas, 35 tahun tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan Lukman, Sabtu 14 Oktober 2017.

Sebagai tetangga yang paling dekat, Nurdin mengaku sangat mengenal pribadi pasangan suami istri itu.” Mereka aktif bermasyarakat, pak Lukman itu bendahara RT dan istrinya kader PKK,”katanya.

Menurut Nurdin, Lukman yang bekerja di sebuah pabrik di Jatiuwung memang  jarang ada dirumah. Istrinya yang hanya ibu rumah tangga biasa bersosialisasi dengan baik dilingkungan tersebut. “Setiap ada kegiatan mereka selalu ada, dan kalau hari Sabtu dan Minggu keluarga itu selalu bersama kadang berlibur,” kata Nurdin. Lukman, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, itu kini ditahan di ruang tahanan Polres Kota Tangerang di Tigaraksa.

Untuk mengetahui kondisi kejiwaan  tersangka, Polres Kota Tangerang berkoordinasi dengan pakar psikolog untuk mengetahui secara psikologis Luk (40), suami yang tega membunuh istri dan dua anaknya. “Malam ini juga kita koordinasi dengan psikiater,” kata Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif. “Kita datangkan psikiater untuk memastikan kesehatan jiwanya,” ungkapnya.

Bahkan kepolisian pun menggelar rekontruksi kasus suami bunuh istri dan dua anaknya, Kamis 19 Oktober 2017. Reka ulang itu dikerumuni warga yang ingin melihat dari dekat pembunuhan sadis tersebut. Rekontruksi berlangsung di lokasi kejadian, di Perumahan Graha Siena 1, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Rekonstruksi berjalan dibawah rintik hujan. “Gara-gara banyak wartawan yang datang, makanya kita ngumpul,” kata Farhan, warga sekitar.

Menurut Farhan, warga yang penasaran berhamburan keluar. “Kami ingin melihat Lukman yang tega membunuh istri dan dua anaknya,” ucapnya.

 

SOFYAN HADI