Sidang Perdana Siti Aisyah, Korban Agen Rahasia Korea Utara

Dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi anti peluru, serta dikawal dalam penjagaan ketat kepolisian, Siti Aisyah (22 tahun), warga Indonesia asal Serang, Banten, dan warga Vietnam, Doan Thi Huong (26 tahun), memasuki ruang sidang. Mereka menjalani sidang perdana, Senin, 2 Oktober 2017 di Pengadilan Shah Alam, pinggiran Kuala Lumpur.

Sebagaimana diketahu keduanya dituduh membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam? Pada 28 Juli 20q7 berkas pemeriksaan atas dirinya yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) disebut telah selesai. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga telah melengkapi 74 dokumen yang disyaratkan oleh Pengadilan Tingkat Rendah, Mahkamah Sepang, pada Jumat (28/7/2017).

 

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan sudah lengkapnya persyaratan tersebut, Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia menyatakan siap menggelar sidang perdana pada 2 Oktober 2017.

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong didakwa melakukan pembunuhan terhadap saudara tiri Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari 2017.

Pembunuhan dilakukan dengan mengolesi wajah korban menggunakan bahan kimia VX melalui modus kelakar dalam sebuah acara televisi. Racun maut VX ini termasuk dalam senjata pemusnah massal yang produksinya sudah dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1993.

Racun ini sangat berbahaya, karena begitu terkena di kulit saja, maka racun ini mampu mematikan syaraf-syaraf yang ada dalam tubuh hanya dalam waktu 30 menit.

Selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, sebenarnya masih ada empat tersangka lainnya yang ditetapkan oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Keempat tersangka yang berkewarganegaraan Korea Utara tersebut kini menjadi buron.

Kim Yong-Nam saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

 

Menghilangnya keempat tersangka tadi menjadi salah satu penyebab panasnya hubungan Malaysia-Korea Utara. Beberapa laporan intel Amerika Serikat dan Korea Selatan menyebut bahwa pembunuhan Kim Jong-nam ini hanyalah konspirasi yang sengaja dilakukan oleh Kim Jong-un.

Ujungnya, Malaysia mengusir Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol, pada Maret 2017.

Lambatnya penangkapan tersangka lainnya juga yang membuat kecurigaan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong dikorbankan menjadi menguat..

Sebab pada perkembangannya, Sekretaris Kedua Kedutaan Korea Utara di Malaysia, Hyon Kwang-song (44), yang selama ini diduga sebagai otak pembunuhan telah dipulangkan ke Korea Utara bersama jasad Kim Jong-nam.

Selain Hyon Kwang-son, pada Februari lalu Malaysia juga melepaskan serta mendeportasi seorang warga Korea Utara, Ri Jong-chol. Ri Jong-chol menjadi salah satu dari 11 orang tersangka yang diumumkan pihak Malaysia.

Pembebasan atas Ri Jong-chol dilakukan karena Malaysia tidak memiliki bukti keterlibatan kuat pria ini. Ri Jong-chol kemudian menyebut penahanan dirinya hanyalah plot untuk merusak kehormatan Republik Korea Utara.

Sementara, pemulangan jasad Kim Jong-nam oleh Malaysia diduga sebagai alat pertukaran sembilan warga negara Malaysia yang disandera Korea Utara.

Oleh karena itu dalam sidang perdana ini, baik Siti Aisyah maupun Doan Thi Huon, bersikeras mengaku tidak bersalah dan merasa dikorbankan. Merasa merasa dijebak untuk melakukan pembunuhan itu.

Para agen rahasia Korea Utara diduga mempedaya kedua perempuan itu untuk melancarkan serangan yang menghebohkan dunia itu. Namun, sejauh ini Pyongyang menyangkal keterlibatan mereka.