Sidang Baru Kesalahan Lain Gatot Brajamusti

 

Enam  bulan lalu, persisnya Kamis 20 April 2017,  mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti alias Aa Gatot divonis 8 tahun penjara terkait kepemilikan sabu. Vonis terhadap Aa Gatot lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu 13 tahun penjara.

Sidang vonis atas Aa Gatot digelar tadi di Pengadilan Negeri Mataram. Aa Gatot dinyatakan terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Hari ini, Selasa 10/10207, Gatot diadili pula dalam kasus dugaan kepemilikan sejata api dan  satwa yang dilindungi. Persidangannya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

Aa Gatot dijadikan tersangka lantaran diduga melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990, UU Konsentrasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Persidangan kasus ini akan dipimpin oleh Hakim Ahmad Guntur.

Kasusnya berawal dari penangkapan Gatot di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tahun lalu terkait narkoba. Dari penangkapan itu, polisi lalu menggeledah kediaman Gatot di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Di rumah itu, polisi menemukan satwa liar yang dilindungi, senjata api beserta peluru dan narkoba. Dari bukti-bukti itu Gatot kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan satwa liar yang dilindungi.

Gatot pun sudah diputus bersalah dalam kasus narkoba dan dihukum pidana penjara selama 8 tahun. Kini, Gatot mendekam di Lapas Cipinang.

Hingga pukul 10.21 WIB, sidang dugaan kepemilikan satwa dilindungi yang menjerat Gatot belum dimulai.