PELECEHAN SEKS ANAK

Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bendahara Saracen Akan Dijemput Paksa

 

Untuk kedua kalinya Bendahara Saracen, Retno alias Mirda, kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polri, pada Senin (2/10/2017).

Dengan demikian, Retno sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi. “Padahal keterangannya sangat diperlukan untuk mengungkap aliran dana yang diterima grup Saracen,” kataKasubdit I Direkotorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Irwan Anwar. “Bendahara Saracen tak datang memenuhi panggilan,” terangnya singkat. “Diia akan dipanggil paksa,” lanjut Kombes Irwan.

Sebelumnya, Retno mendapat panggilan pertama pada Rabu (27/9) dan panggilan kedua pada Senin (2/10/2017). Dengan tidak hadirnya Retno dalam dua kali panggilan, maka polisi akan melakukan pemanggilan secara paksa. “Dia akan kami panggil paksa,” tambah Kombes Irwan Anwar.

Perlu diketahui, dalam kasus konten ujaran kebencian dan berita bohong kelompok Saracen di jejaring sosial Facebook, polisi sudah mengamankan 4 tersangka. Masing-masing Jasriadi, Muhammad Faizal Tonong, Sri Rahayu Ningsih (SRN) dan Muhammad Abdullah Harsono, yang diketahui sebagai pengelola aktif Saracen.

Selain itu, Bareskrim Mabes Polri juga menangkap seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi yang diduga terkait Saracen, lantaran mentransfer dana Rp 75 juta ke anggota Saracen.

Grup Saracen sendiri diketahui membuat banyak akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom. Kelompok ini menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

You might also like