Ketua DPRD DKI Tetap Tak Mau Lantik Anies -Sadiaga Di Sidang Paripurna

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bisa memaklumi tidak digelarnya rapat paripurna istimewa penyambutan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno oleh DPRD DKI Jakarta. Sebab, pelaksanaan paripurna sidang istimewa itu memang tidak diatur dalam tatatertib (tatib) menjadi dasar hukum bagi kalangan DPRD DKI.

Saya sudah mengimbau. Tapi memang masing-masing daerah kan punya tata tertib sendiri. Tidak mengharuskanya sudah,” kata Tjahjo di Sentul, Jawa Barat, kemarin.

Menurut bekas Sekjen PDIP ini, yang penting fungsi pengawasan dari DPRD jalan. Pembahasan RAPBD sampai APBD Perubahan tidak terganggu. “Yang penting sekarang Pak Gubernur dan Wakil Gubernur membuka komunikasi dengan DPRD,” ujar bekas anggota DPR ini.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi men­egaskan, tidak akan menggelar rapat paripurna istimewa me­nyambut Anies-Sandiaga.

Menurutnya, surat edaran Kemendagri hanya bersifat imbauan dan tidak wajib di­lakukan karena bertentangan dengan Tatib DPRD DKI. “Itu kan sifatnya imbauan saja. Kita kan ada tatibnya,” kata Pras, sapaan akrab Prasetio Edu di Jakarta, kemarin.

Pras kembali menyarankan agar Anies-Sandi fokus bek­erja. Pras juga mempertanya­kan urgensi rapat paripurna istimewa itu. “Kalau dulu zamannya Jokowi-Ahok dilantik di DPRD, sekarang kan dilantik di Istana. Ya kerja sajalah, urgensinya apa?” ujar Prasetio.

Saat disinggung paripurna istimewa tersebut sebagai ajang silaturahmi antara leg­islatif dan eksekutif, Prasetio menganggap hal itu tak perlu dilakukan dalam paripurna is­timewa. “Ya kalau kulonuwun ketemu saya saja, nggak perlu paripurna,” lanjut Pras.

Pras menolak jika sikapnya tersebut dianggap sebagai penolakan terhadap Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Apalagi jika dituding untuk menghambat program kerja Anies-Sandi.

“Kalau niatan nggak baik masalah paripurna, KUA-PPAS saya kembalikan loh ke Pak Anies. Ini kan dinamika. Nggak mungkin saya nutup jalan, ini gubernur pilihan rakyat kok,” tutur politisi PDIP itu.

Pras menegaskan hubun­gannya dengan Anies-Sandi tak bermasalah. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan keduanya dan keluarga. “Saya sama Pak Anies deket lho, saya sama Pak Sandi ibunya itu de­ket lho, dia mengajarkan etika saya,” jelas Pras.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengaku tak ingin berpolemik dengan persoalan paripurna istimewa. Ia juga sepakat bahwa silaturahmi tidak perlu dilakukan melalui rapat paripurna istimewa.

“Jadi saya tidak ingin berpo­lemik. Begitu Pak Pras sedia­kan waktu kita datang. Tidak perlu paripurna dan lain-lain, namanya juga silaturahmi,” jelasnya.