Kejaksaan Agung Menerbitkan Sprindik Tanpa Tersangka

Kejaksaan Agung menerbitkan surat perintah penyidikan atau Sprindik terkait dugaan korupsi dalam proyek swakelola, 2013 – 2014, tanpa menetapkan tersangka.

“Penyidikan dalam rangkaian membuat terang untuk menetapkan tersangka. Dan kini sudah 17 orang saksi diperiksa, “kata Kapuspenkum M. Rum, di Kejagumg, Selasa 17 Oktober 2017.

Namun, Rum belum dapat memastikan penerbitan Sprindik khusus, berupa penetapan nama-nama tersangka merupakan kewenangan tim penyidik. “Tunggu saja. Pada waktunya akan diberitahukan, ” ujarnya.

Sebelumnya Tim penyidik, Senin (16/10) memeriksa Yani Suryani, SE pekerjaan Kepala Bidang Perbendaharan Provinsi DKI Jakarta dan Moch. Yusro Uswandi Direktur PT. Amalia Lestari.

Kasus ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana kegiatan swakelola berupa refungsionalisasi sungai dan waduk, pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran sub makro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro dan sub mikro.

Proyek itu dilakukan oleh Sudin PU Tata Air Jakarta Utara yang bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp. 116.357.789.000, tahun anggaran 2013-2014.

Dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan dan terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola.

Serta pemalsuan-pemalsuan dokumen di dalam laporan yang seolah-olah telah dilaksanakan seluruhnya sesuai dengan anggaran yang dicairkan.

Sampai kini, belum diketahui dugaan kerugian negaranya, sebab masih menungu audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan).