Kejaksaan Agung Memeriksa 11 Saksi Kasus Pembobolan Bank Mandiri

 

Jaksa Penyidik dibawah komando Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Arminsyah telah mengarap 11 orang untuk menyusuri aliran uang yang diduga dibobol PT Tirta Amrta Bottling Company (TAB) dari PT Bank Mandiri (Persero) sebesar Rp 1,4 Triliun.
Kapuspenkum Kejagung, M Rum menyatakan kesebelasan orang yang digarap sebagai saksi itu diantarnya bagian Commercial Banking Center Bank Mandiri Cabang Bandung.
“Penyidik telah memeriksa 11 saksi. Mereka adalah Deru Widyarto yang mejabat Wholesale Credit Risk Head PT Bank Mandiri Cabang Bandung dan Ferisa Kawun, Senior Credit Risk Manager PT Bank Mandiri Cabang Bandung,” ujar Rum.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Rabu 11 Oktober 2017 lalu, kedua saksi menyatakan restrukturisasi kredit macet PT Tirta Amarta Bottlin yang mengalami kolektibilitas V sejak 21 Agustus 2016.
Meski belasan saksi diperiksakan, jaksa urung menentukan tersangkanya. Alasannya, pemeriksaan terhadap saksi untuk membuat terang kasus dugaan korupsi tersebut.
“Selain itu penyidik masih mengumpulkan bukti-buktinya,” katanya.
Kasus yang bermula pada 15 Juni 2015, berdasarkan Surat Nomor: 08/TABco/VI/205 Direktur PT TAB mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Bandung sebesar Rp880.600.000.000, perpanjangan dan tambahan plafond LC sebesar Rp40 miliar sehingga total plafond LC menjadi Rp50 miliar. Serta fasilitas Kredit Investasi (KI) sebesar Rp250 miliar selama 72 bulan.
Kemudian, perusahaan itu memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit pada 2015 sebesar Rp1,170 triliun. Akibatnya negara mengalami kerugian sekitar Rp1,4 triliun yang terdiri dari pokok, bunga dan denda.