Jamur Tai Sapi Bernarkoba Dijual Jadi Keripik

 

Magic mushroom atau yang bernama latin Panaeolus cinetulus adalah jamur kotoran sapi atau kuda. Di dalamnya mengandung psilosina atau psilosibin sehingga tergolong ke dalam narkotika golongan I.Jamur ini bukanlah jenis jamur yang biasa kita makan, melainkan jamur yang dapat menimbulkan halusinasi.

Tapi Cyan (52 tahun), warga Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Bandung, mengubah jamur tahi sapi itu menjadi keripik lalu dijualnya secara online.Produk kripik jamur yang dibanderol seharga Rp95 ribu per kemasan.

Cyan memperoleh jamur tersebut di sejumlah peternakan di Lembang, Bandung. Dia menyuruh orang untuk mencari (jamur). Jamurnya tumbuh di kotoran sapi, kuda dan hewan ternak lainnya.

Begitu tutur Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di Jakarta, Kamis, 26/10/2017.

Cyan memang telah diringkus oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada Minggu, 22/10/2017. Cyan dibekuk di Jalan Jayagiri Gang Ondipura Nomor 105 RT 003 RW 004 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik juga menggeledah rumah tersangka yang digunakan untuk mengolah jamur. Bersama istrinya, Cyan mengolah jamur menjadi makanan ringan kemasan berlogo Snack Good.

Di rumahnya ditemukan barang bukti berupa 47,5 kilogram jamur olahan siap edar dan empat kilogram bahan mentah jamur, sebuah timbangan, alat press, dua ponsel, dua buku tabungan dan sebuah KTP.

Dari hasil penyidikan, tersangka Cyan mengaku telah menjalani bisnis penjualan kripik jamur secara daring selama lebih dari setahun. “Penjualannya secara online dan menggunakan aplikasi Line,” kata Brigjen Eko.

Produk kripik jamur  tersebut menjangkau konsumen dari sejumlah daerah diantaranya Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Timur, Bandung, Jakarta.

Atas perbuatannya, tersangka Cyan diancam melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, subsidair Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.