Habis Menang Praperadilan, Setya Novanto Diwartakan Mencopot Yorrys

 

Setelah menang praperadilan dan baru saja diberitakan sembuh, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diwartakan mencopot Yorrys Raweyai dari jabatannya selaku Korbid Polhukam Golkar.

Informasi tersebut disampaikan Ketua DPD Golkar Papua Aziz Samual kepada warawan. “Surat tersebut sudah diteken pada Senin (2/10/2017).  Surat tersebut diteken Ketum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham,” kata Aziz, 2/10/2017

Namun Yorrys mengaku belum mendapat kabar tersebut. Ia enggan berasumsi macam-macam terkait kabar pencopotannya. “Saya belum tahu. Belum tahu, ngapain kita berasumsi macam-macam, biarin. Tapi ini kan partai punya mekanisme, ini bukan perusahaan, nggak main suka-suka. Kan ada aturannya,” kata Yorrys saat dimintai konfirmasi secara terpisah.

Belum jelas apa aslannya. Namun Yorrys pernah menyinggung soal pergantian Setya Novanto. Yorrys , misalnya, mengklaim Airlangga Hartarto merupakan calon kuat pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Hal itu disampaikan menyusul hasil Tim Kajian Elektabilitas Partai soal anjloknya elektabilitas Golkar pasca Novanto ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi e-KTP.

Secara resmi, kabar pencopotan itu belum diumumkan baik oleh Ketua Harian Golkar Nurdin Halid maupun Sekjen Golkar Idrus Marham. Terlebih oleh Setya Novanto belum.

Tapi pengganti Yorrys sudah beredar di media massa. Namanya adalah Letjen (Purn) Eko Wiratmoko.
Eko adalah purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD). Ia memiliki pengalaman lama di kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia lahir di Jakarta, 18 Oktober 1958 dan merupakan lulusan Akmil pada 1982. Kariernya di bidang militer melalui berbagai tahapan. Tercatat Eko pernah menduduki sejumlah jabatan penting.

Letjen Purn. Eko Wiratmoko

Dia pernah menjadi Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Danpusintelad). Kemudian Eko menjabat sebagai Aisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat (Aspam Kasad), Panglima Kodam XVI/Pattimura (Pangdam XVI/Pattimura) dan Panglima Kodam V/Brawijaya (Pangdam V/Brawijaya).

Pada 2015, pangkat Eko dinaikan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Laporan kenaikan tingkat diterima oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 60/TNI/ 2015 tanggal 24 Juli 2015 dan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2151/VIII/2015.