Gubernur Kutai Kartanegara Rita Widyasari Akhirnya Mau Diperiksa KPK

Setelah mangkir dari panggilan pertama pada Rabu, 4 Oktober 2017, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari  memenuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (6/10/2017).

Selain Rita, Komisi Pemberantasn Korupai sudah memeriksa Pejabat Dinas Perumahan dan Permukiman, Pejabat Dinas Pendidikan, Pejabat Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Sosial, Pejabat Dinas Pekerjaan Umum, Pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat, termasuk pihak swasta.

Bertempat di Polres Kutai Kertanegara, pada Rabu 4 Oktober 2017  penyidik memeriksa 23 orang saksi.

Untuk sangkaan pertama, Rita diduga menerima suap terkait pemberian izin kepada PT Sawit Golden Prima (PT SGP) untuk membuka lahan kelapa sawit di Desa Kupang.

Setelah menerbitkan izin beroperasi PT SGP, Rita diduga menerima Rp 6 miliar. Selain suap, Rita juga diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya.

Dia diketahui sudah menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara selama dua periode. Total gratifikasi yang diduga diterima Rita sebesar 775 ribu dolar AS atau sekitar Rp 6,97 miliar.

Sebelumnya, Rita kepada kumparan mengaku akan menghadapi kasus ini dengan tenang. Soal kasus gratifikasi yang menjeratnya, Rita akan menjelaskan semuanya ke KPK.

“Itu (kasus gratifikasi) akan saya jelaskan saat diperiksa,” jelas Rita.