Kepanikan Akibat Aksi Kowboy Edan Di Las Vegas

Pelaku penembakan di Las Vegas diketahui sebagai seorang pria berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock. Aksi Paddock. Aksi kow-boynya  menyebabkan setidaknya 52 orang meninggal dunia dan 500 orang lainnya terluka. Stepen dikabarkan lalu ditembak mati oleh polisi.

Insiden berdarah ini terjadi pada konser musik country, Route 91, di dekat Mandalay Bay Hotel and Casino, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Banyaknya korban membuat tragedi ini sebagai insiden penembakan terburuk sepanjang sejarah AS. Sebelumnya, predikat ini dilekatkan pada peristiwa penembakan di sebuah klub malam di Orlando, Juni 2016.

Para saksi menyatakan, melihat kilatan cahaya di ketinggian Mandalay Bay Hotel. Saat rentetan tembakan ditujukan kepada sekira 40 ribu penonton konser, suranya seperti ‘petasan’.

Polisi saat  telah menutup Las Vegas Boulevard dan mendesak masyarakat untuk menjauh dari area tersebut. Saat penembakan terjadi, malam terakhir konser musik Route 91 Harvest Music Festival tengah digelar di seberang Teluk Mandalay.

Selain itu, polisi juga mengatakan bahwa tersangka merupakan warga Las Vegas. Ia melakukan hal tersebut sendirian dan tidak diketahui apakah berhubungan dengan kelompok militan atau tidak. Hal tersebut disampaikan oleh Sheriff Clark County Joseph Lombardo.

Stephen Paddock, pelaku penembakan sebuah konser di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (1/10), merupakan anak dari Benjamin Hoskins Paddock, yang juga seorang kriminal sejak memasuki usia 39 tahun.

Benjamin Paddock awalnya diketahui berketerampilan sebagai ahli reparasi rupanya menyimpan kemampuan lain, yakni merampok bank.

Selama rentang 18 bulan medio 1959 dan 1960, dia sukses menjarah dua cabang Valley National Bank di Phoenix, mencoleng tak kurang dari 25.000 dolar AS, menurut sebuah artikel di The Arizona Republic pada Oktober 1960.

Pihak berwenang lantas menangkap Benjamin Paddock di Las Vegas. Atas kejahatannya, Paddock mendapatkan hukuman 20 tahun penjara pada 1961. Saat itu, sang putra, Stephen Paddock baru berusia 8 tahun.

Paddock hanya menjalani kurang dari separuh masa hukumannya di Texas. Pada 1968, dia melarikan diri dari penjara La Tuna dan kabur ke San Francisco, dan kembali merampok di sana sekitar Juni 1968. Paddock lantas kabur ke kawasan ke pantai dan menetap di Oregon.

Di sana, dia mengubah penampilannya dengan mencukur habis rambutnya dan menumbuhkan jenggot lalu mengganti namanya menjadi Bruce Werner Ericksen.

Pada tahun 1969, F.B.I. mengumumkan bahwa Paddock masuk dalam daftar buronan sembari menyebarkan poster berisi foto Paddock lengkap dengan diagnosis bahwa dia seorang psikopat.

“Dia dilaporkan memiliki kecenderungan bunuh diri dan harus dianggap angat berbahaya,” demikian tulisan dalam poster itu.

Di Oregon, Paddock diketahui kerap bermain poker bersama rekan-rekannya di Eugene dan membuka rumah judi Bingo di kawasan Springfield pada akhir 1970-an.

“Tidak ada yang tahu siapa dia sebelumnya,” kata Frederick van Deinse II, yang meminjami uang Paddock, dalam sebuah wawancara.

Dia mengatakan bahwa Paddock tidak pernah berbicara tentang masa lalunya – bukan tentang keluarganya, soal bagaimana dia datang ke Oregon atau hidupnya sebagai perampok bank.

Van Deinse baru tahu kisah kelam Paddock pada 6 September 1978, saat dirinya memainkan permainan bingo di ruang tamu. Saat itu, sekelompok pria memasuki aula dan meminta Paddock keluar ruangan.

Ternyata itu adalah tipu muslihat. Ketika Paddock keluar, agen federal menangkapnya.

Menurut Van Deinse, Paddock berkorespondensi dengan rekan-rekannya dari balik penjara. Sayang, dia tak lama menjalani hukuman, hanya satu tahun sebelum akhirnya bebas, menurut sebuah artikel di The Eugene Register-Guard.

Paddock kembali ke Eugene, dan meneruskan usaha bingo. Pejabat setempat bahkan menyambut kehadirannya karena sifat murah hati Paddock.

“Dia sering melakukan banyak hal untuk anak-anak,” kata seorang walikota menurut surat kabar tersebut.

Namun, dia mengalami masalah lagi. Otoritas negara menuduhnya melakukan pemerasan pada tahun 1980-an.

Paddock menyelesaikan tuntutan sipil dan menghindari penjara setelah membayar 623.000 dolar AS, dan memilih meninggalkan Oregon ke Texas. Dia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Texas pada 1998.

Putra Paddock, Eric Paddock, mengatakan pada Senin (2/10) lalu bahwa ayahnya sebagian besar tidak hadir dalam kehidupannya. Eric mengatakan, saat ia lahir ayahnya berada dalam pelarian dan ibunya harus membesarkan dia dan saudaranya seorang diri.

Satu hal yang miris adalah tak ada nama Eric maupun Stephen di berita kematian sang ayah. Hanya ada Patrick Paddock di sana. Demikian seperti dilansir laman New York Times.

Berikut gambar di seputar penembakan itu. Foto diambil dari berbagai sumber

 

 

LAS VEGAS, NV – OCTOBER 01: People run from the Route 91 Harvest country music festival after apparent gun fire was hear on October 1, 2017 in Las Vegas, Nevada. A gunman has opened fire on a music festival in Las Vegas, leaving at least 20 people dead and more than 100 injured. Police have confirmed that one suspect has been shot. The investigation is ongoing. (Photo by David Becker/Getty Images)
The gunman in the mass shooting on the Las Vegas Strip on October 2, 2017, has been identified as 64-year-old Stephen Paddock, Las Vegas Sheriff Joseph Lombardo said Monday morning.
People assist a wounded woman at the Tropicana during an active shooter situation on the Las Vegas Stirp in Las Vegas Sunday, Oct. 1, 2017. Multiple victims were being transported to hospitals after a shooting late Sunday at a music festival on the Las Vegas Strip. (Chase Stevens/Las Vegas Review-Journal via AP)

**This image is for use with this specific article only.**
The gunman in the mass shooting on the Las Vegas Strip on October 2, 2017, has been identified as 64-year-old Stephen Paddock, Las Vegas Sheriff Joseph Lombardo said Monday morning.