Baru Satu Tersangka Kasus Penyelundupan Motor Gede Di Riau

 

Tanggal 24 Juli 2017, Polres Siak, Riau menahan belasan Motor Gede (Moge) Harley Davidson yang menggunakan STNK  palsu. Semuanya sempat lolos karena berhasil mengelabui petugas Bea Cukai Batam yang berada di Hanggar Telaga Punggur-Batam pada 23 Juli 2017 lalu.
Belasan Moge itu  kemudian diberangkatkan dari Batam pada tanggal 23 Juli 2017  menggunakan sarana pengangkut KMP Lome dari pelabuhan Roll On Roll Off Telaga punggur menuju Buton, Riau. Setibanya di Siak Riau  pada 24 Juli 2017 ditangkap oleh Tim Reskrim Polres Siak, Riau. Kapolres Siak AKBP Restika Nainggolan mengatakan, motor gede (moge) ini diselundupkan dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui jalur laut. “Ada 12 moge tanpa surat yang kita amankan,” ucapnya, Kamis (27/7/2017).Dia menjelaskan 12 motor gede itu diamankan di Pelabuhan Buton, Siak saat dibawa dengan Kapal RoRo. Polisi yang mendapat informasi tentang kapal yang membawa kendaraan ilegal itu tersebut langsung menuju lokasi.

Saat dilakukan pemeriksaan, pihak yang membawa motor tidak bisa menunjukkan dokumen kendaraan. Dalam kasus ini, polisi mengamankan lima orang sebagai kurir, yaitu Raghil (19), Ferry (22), Raja Wendi (27), M Akbar (22), dan Wendi (42).

Dari hasil interogasi, delapan motor akan dibawa ke Medan untuk kegiatan touring di Aceh. Sedangkan empat motor lainnya akan diambil oleh pemilik di Pelabuhan Buton Siak. Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan 10 STNK motor tidak sama dengan database Regident Korlantas dan dua motor belum terdaftar atau tidak terdata di Korlantas.

“Sampai saat ini polisi masih menunggu para pemilik kendaraan. Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Riau, Ditlantas Polda Metro Jaya, Korlantas Polri, dan Puslabfor, terkait keaslian dokumen STNK dan data surat lainnya,” kata dia.

Sekarang, sebagaimana diungkapkan oleh Kapolres Siak, AKBP Barliansyah, Polres Siak telah menetapkan seorang tersangka berinisial J. “Peran J selain membawa moge dari Batam ke Siak, dia adalah orang yang melakukan pemalsuan dokumen,” kata Barliansyah pada pers Rabu, 4 Oktober 2017.