Balas Dendam Para Pendekar Pada Bonek

Rabu (4/10/2017) kemarin, ratusan massa diduga dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) menyerang kelompok-kelompok kecil suporter Bonek yang terpencar dari rombongannya di Jember. Ratusan pesilat yang diduga dari PSHT berniat balas dendam dengan menghadang rombongan Bonek di kawasan Ambulu, Jember, Rabu (4/10/2017).

Di lokasi yang berbeda, tepatnya di depan Puskesmas Balung Lor, puluhan orang yang diduga dari perguruan PSHT juga melakukan penyerangan terhadap rombongan pengendara motor dari Bonek. Akibatnya, banyak korban dari Bonek yang memang tak siap akan diserang. Kasus tersebut ditangani Polsek Balung.

Kemudian, tepat di Jl Raya Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, sekelompok Bonek yang dari arah Balung menuju Jember, sebelum jembatan Curah Meluwo Rambipuji, yang sedang berhenti karena antre perbaikan jembatan juga diserang kelompok berseragam pencak silat PSHT dari arah utara menuju Balung. Para Bonek ini tiba-tiba dikeroyok dan dipukuli hingga Bonek asal Jember (Kecamatan Jombang dan Kencong) mengalami luka-luka.

Balas dendam para pesilat itu merupakan kelanjutan dari bentrok Bonek vs PSHT terjadi di Jl Balongsari Tandes, Sabtu (30/9/2017) sekitar pukul 23.30. Bentrokan terjadi usai pertandingan Liga 2 antara Persebaya vs Persigo Semeru FC. “Pada pukul 23.30 sampai 24.00 WIB ada sekitar 100 kendaraan motor menuju Gresik berpapasan dengan teman-teman Bonek. Ada yang tersinggung dan ada bentrok kecil tidak ada masalah,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes M Iqbal, Minggu (1/10/2017).

Namun dua jam berikutnya, terjadi singgungan lagi antara kedua kubu. “Ada motor dengan lebel perguruan pencak silat dikendarai berboncengan melewati gerombolan oknum suporter. Di situlah ada spontanitas perkelahian,” jelas Kombes M Iqbal.

Karena perkelahian tidak seimbang, dua orang berboncengan tersebut mengalami luka parah. “Saat petugas datang, langsung membawa korban ke rumah sakit. Namun dua korban akhirnya meninggal dunia. Korban adalah Aris Eko Ristanto dan Muhammad Anis (keduanya dari pihak PSHT),” ujar Kombes M Iqbal.

Setelah melalui mediasi yang difasilitasi Kapolrestabes Surabaya, Kombes M Iqbal pengurus PSHT dan pimpinan suporter Bonek, Andi Peci, sepakat berdamai. Kedua tokoh masing-masing kelompok bergandengan tangan dan janji meredam gejolak pascabentrok di Balongsari, Surabaya tersebut.

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya juga sudah berhasil meringkus tersangka yang memicu bentrokan suporter Persebaya, Bonek vs anggota Perguruan Setia Hati Terate (PSHT). Masing-masing M Ja’far (24), warga Pogot Baru dan M Tiyok (19), asal Balongsari, Surabaya.

 

Dua oknum Bonek ditangkap polisi karena membunuh pesilat

Kedua oknum Bonek itu digelandang di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (5/10/2017) dan langsung dilakukan jumpa pers dengan wartawan. “Nanti yang rilis Pak Kapolrestabes,” tutur Kasubbag Humas Kompol Lily Djafar.