Aditya Moha, Anak Bupati, Yang Berbakti Pada Ibu Dengan Cara Salah

 

Begitu keluar dari gedung Komisi Pemberantasn Korupsi dengan rompi tahanan pada Minggu (8/10/2017) pukul 00.56 WIB, Aditya Anugerah Moha langsung  minta maaf kepada masyarakat atas apa yang dia lakukan.

“Saya selaku pribadi dan tentu atas nama apa yang menjadi amanah dan kepercayaan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya pada seluruh masyarakat dan tentunya teristimewa di dapil saya sulut khususnya di Bolang Raya,” ujar Aditya di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/10/2017) dini hari.

Lebih lanjut ia melakukan itu demi menyelamatkan ibunya, Marlina Moha Siahaan yang sedang banding di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. Sebelumnya Marlina Moha divonis lima tahun penjara di tingkat Pengadilan Negeri.

“Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat, sehingga saya sering katakan, saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu,” imbuhnya seraya mengakui bahwa tindakannya tersebut memang tak terpuji meskipun niatnya memang baik.

Bebera menit sebelumnya, Sudiwardono, Ketua PT Manado (PT Sulawesi Utara) sudah lebih dulu keluar dari ruang pemeriksaan. Ia juga mengenakan rompi tahanan.

Sebagaimana diketahui Jumat malam 6/10/2017 keduanya ditangkap di Jakarta setelah diintai oleh tim penyidik KPK .

Kamis, 5 Oktober 2017 sore, Sudiwardono dan istrinya tiba di Jakarta dari Manado. Mereka menginap di sebuah hotel di daerah Pecenongan, Jakarta Pusat. KPK menduga Aditya telah memesankan kamar di hotel itu atas nama orang lain.

Jumat, 6 Oktober 2017, sekitar pukul 23.15, Sudiwardono dan istrinya tiba di hotel setelah pergi makan malam. KPK menduga penyerahan uang dari Aditya kepada Sudiwardono terjadi tak lama setelah itu.

Setelah penyerahan itu terjadi, lanjut Syarif, tim KPK mengamankan Aditya dan ajudannya di lobi hotel. KPK lalu menuju kamar tempat Sudiwardono menginap untuk mengamankannya dan istrinya. Di kamar itu KPK juga menemukan uang sebesar 30 ribu dolar Singapura dalam amplop berwarna putih dan 23 ribu dolar Singapura dalam amplop cokelat.

“Selain itu, tim juga menemukan uang senilai 11 ribu dolar Singapura di mobil AAM. Uang ini diduga bagian dari total komitmen fee keseluruhan,” kata Syarif.

Aditya diduga telah menyerahkan uang senilai 60 ribu dolar Singapura kepada Sudiwardono pada pertengahan Agustus 2017 di Manado. KPK menduga 23 ribu dolar Singapura yang ditemukan di amplop cokelat merupakan bagian dari pemberian pertama itu yang dibawa Sudiwardono ke Jakarta.

Siapakah Aditya Moha yang saat ini duduk di Komisi XI DPR ini? Ia terpilih kembali sebagai angota DPR setelah sebelumnya terpilih untuk periode 2009-2014

Moha lahir di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, 21 Januari 1982. Umurnya berarti saat ini baru 35 tahun.

Aditya Moha merupakan lulusan Kedokteran Universitas Samratulangi, Kota Manado. Sementara SD hingga SLTA ia habiskan di kota kelahirnya.

Aditya Moha adalah putra mantan Bupati Bolaang Mongondow, Marliha Moha (2001-2011). Ia disebut-sebut sebagai politis muda yang cemerlang. Bakat politiknya telah muncul sejak sangat muda diturunkan dari sang ayah.

Aditya Moha sudah terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam usia 22 tahun. Ia juga aktif dalam banyak organisasi, di antaranya KNPI.

Sebelum saat ini terpilih menjadi anggota DPR, Aditya Moha pada 2011 mencalonkan diri menjadi Bupati Bolaang Mongondow dari Golkar dan Demokrat. Namun, ia kalah olah Salihi Mokodongan.