Tentara Dipotong Tangannya Oleh Tapol G 30 S PKI

 

 

Di Pulau Buru ada monumen   Pelda Panita Umar. Itu nama yang tertera pada monumen yang didirikan pada tanggal 6 Oktober 1972 di kawasan Unit V dataran Waeapo Pulau Buru. Seorang prajurit yang semasa hidupnya berjuang sebagai prajurit Sapta Margais Kodam XV Pattimura, Ambon.

Monumen Pelda Panita Umar Di Pulau Buru (foto Pbs)

 

Monumen itu terkait dengan peranan Pulau Buru sebagai salah satu basis kawasan utama penempatan tahanan politik yang terindikasi atau terlibat dalam G 30 S/PKI dari kawasan Jawa. Penempatan tahanan politik di Pulau Buru dimulai pada tahun 1969. Saat itu masih ada tahanan yang melawan. Antara lain dengan melakukan pembunuhan terhadap Pelda Panita Umar yang bertugas di sana.  Kedua bahu tangannya dipotong.

Untuk menghormati pengabdiannya didirikanlah monumen ini.