Tambah Lagi Tersangka Kasus e-KTP

bagai tak takut pada gempuran Pansus Angket KPK DPR RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terusmenetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo sebagai tersangka. Anang merupakan tersangka ke-6 dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Menetapkan saudara ASS, Direktur Utama PT Quadra Solution, sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

 

Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo (foto Kompas)

Anang diduga terlibat dalam kasus e-KTP bersama-sama dengan tersangka lainnya yaitu Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto. Ada 1 tersangka lain yang ditetapkan sebelum Anang yaitu Markus Nari.

Syarif menyebut perusahaan Anang tergabung dalam konsorsium yang memenangkan proyek e-KTP tersebut. Peran Anang pun sebagian besar sudah diungkap dalam persidangan.

“PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium proyek itu,” ungkap Syarif.

Anang diganjar melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

PT Quadra merupakan perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek e-KTP. Yakni, Perum PNRI, PT Len Industri, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Arthaputra

Anang merupakan tersangka ke 6 kasus e=KTP. Seminggu sebelumnya, KPK menetapkan politikus Golkar Markus Nari sebagai tersangka kelima kasus tersebut.

Markus Nari

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan  MN (Markus Nari), anggota DPR 2009-2014 sebagai tersangka, karena diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau sebuah korporasi dalam pengadaan paket KTP elektronik,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

“MN Berperan dalam memuluskan atau mengubah proses pembahasan anggaran di DPR sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan,” sambung Febri ketika itu.