Tak Jemu-Jemunya Pansus KPK Memukuli Ketua KPK Agus Raharjo

Agus Raharjo Memastikan Tuduhan ItuTidak Benar

Tak jemu-jemunya sejumlah anggota DPR RI dari Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memukuli KPK. Kali ini, untuk ke sekian kalinya, Pansus KPK menyebut bahwa Ketua KPK Agus Rahardjo terindikasi korupsi.  Yakni saat saat menjabat Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2015. Hal itu dikatakan anggota Pansus saat menggelar jumpa pers di Hotel Santika Jakarta, Rabu (20/9/2017).

”Agus diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan pada Dinas Bina Marga di Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2015,” kata salah satu anggota Pansus, Arteria Dahlan dalam jumpa pers di Hotel Santika Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Menurut Arteria, baik LKPP maupun Bina Marga, tidak melakukan evaluasi asal dan harga produk. “Dalam proses itu, ada indikasi rekayasa terkait dengan dokumen identifikasi dan identitas fisik,” simpul politisi PDIP itu.

Ketua KPK Agus Rahardjo tentu saja membantah tudingan Panitia Khusus Hak Angket KPK yang menyatakan bahwa dia melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek pengadaan alat berat dengan Dinas Bina Marga pada 2015. Ia menilai tudingan itu sebagai fitnah.

 

Ketua KPK Agus Raharjo

“Setelah kasus KTP (Kartu Tanda Penduduk) elektronik naik, rasanya saya dituduh macam-macam,” katanya kepada  media massa, Kamis, 21 September 2017. Sebelumnya, dia dituduh terlibat dalam proyek KTP elektronik, dan kini ada tuduhan baru.

Awal September lalu, Agus dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh Koordinator Presidium Nasional Jaringan Islam Nusantara Razikin Juraid. Pada Rabu, 20 September 2017, anggota Panitia Angket KPK, Arteria Dahlan, mengatakan Agus bermain proyek pengadaan alat berat saat menjabat Ketua Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Proyek pengadaan alat berat yang berupa 19 unit pakkat road maintenance crane truck C3200 itu nilainya Rp 36,1 miliar.

Agus memastikan tuduhan itu tidak benar dan tidak berdasar. Tuduhan itu, kata dia, tidak akan menyurutkan niatnya dan KPK sebagai lembaga dalam menangani dan memproses kasus korupsi. “Saya akan tetap fokus menangani kasus,” tuturnya. Ia berjanji akan terus mengungkap kasus-kasus besar di KPK.