Situsnya Diblokir. Pemilik nikahsirri.com Lalu Dibekuk

Dianggap Meresahkan dan Berbau Pornografi

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) akhirnya memutuskan untuk melakukan pemblokiran terhadap situs nikahsirri.com milik Aris Wahyudi. “Telah terjadikeresahan masyarakat yang terjadi atas munculnya situs nikahsirridotcom. Tim internal Ditjen Aptika telah melakukan pendalaman sehingga pada Sabtu (23/9) pukul 16.00 WIB nikahsirridotcom diputuskan diblokir,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, dalam pesan kepada detikcom, Minggu (24/9/2017).

Pemblokiran tersebut dilakukan oleh sejumlah operator yang ada di Indonesia. “Saya sudah hubungi masing-masing operator dan mereka semoga segera tekan tombol synchronize,” kata Noor.

 

Aris Wahyudi didatangi polisi di rumah kontrakannya (dok okezoe)

Bukan cuma sampai di situ. Aris Wahyudi (49), si pemilik  situs, juga ditangkap oleh tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ke Markas.  Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi untuk menjalani pemeriksaan terkait penerbitan situs  nikahsiri.comyang meresahkan masyarakat.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono,  penangkapan dilakukan pada  Minggu (24/9/2017), pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya. Saat ini penyidik masih memeriksa Aris secara maraton.

Setelah diperiksa, Aris ditetapkan sebagai tersangka. Aris dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) dan UU Pornografi. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya. Polisi menyebut Aris menyediakan konten pornografi dalam situs tersebut. “Ada gambar-gambar berkonten pornografi,” ujar  Argo Yuwono.

Tersangka menyediakan fasilitas yang diduga mengarah kepada perdagangan orang terselubung. “Kalau ada yang berminat, dia memfasilitasi tapi harus bayar Rp 100 ribu untuk melihat konten itu. Artinya orang yang mau gabung ke konten itu harus bayar dulu,” lanjutnya.

Sebelumnya Kepada polisi,  Aris mengatakan bahwa situs tersebut dibangun menyerupai layanan lelang kontak jodoh bagi pria dan perempuan dalam membangun rumah tangga. “Pada prinsipnya, di dunia ini seperti lelang. Pria tampan akan dipilih oleh perempuan untuk dijadikan suami,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara.

Aris membantah program tersebut memiliki unsur pelacuran karena di dalamnya tidak ada pemaksaan kehendak atas pasangan yang dijodohkan. “Nikah siri ini sangat berbeda dengan pelacuran. Nilai yang diberikan pria ditentukan oleh mucikari dan perempuannya dipilih secara paksa harus melayani. Kalau ini, terserah kedua pihak,” katanya.

Pihak yang mendapat penolakan dari pasangan yang diincar akan mengalami penurunan rating di situs tersebut sebagai bahan informasi kandidat lainnya. Dia megaku, hanya berperan sebagai fasilitator bagi pria maupun perempuan yang ingin mencari pasangan hidup.

Pengguna akun akan memperoleh kategori, yakni mitra selaku pihak yang akan dipilih dan klien selaku pihak yang memilih pasangan. Bagi pemilik akun pria akan disumpah pocong atas pengakuannya sebagai perjaka, sementara perempuan akan menjalani cek keperawanan secara medis sebagai syaratnya. “Kategori mitra tidak harus selalu perempuan, bisa juga pria yang sedang cari pasangan,” katanya.

Persyaratan sebagai pengguna akun, kata dia, salah satunya wajib membeli satu koin mahar minimal seharga Rp100 ribu lewat transfer bank yang ditujukan kepada rekening Aris. “Bukti mahar tersebut dipublikasikan pemilik akun melalui pesan WhatsApp yang menjadi nomor kontak saya. Setelah itu, yang bersangkutan akan memperoleh akun dan kata kunci untuk masuk ke akun tersebut,” kata Aris .Mahar itu berlaku seumur hidup dan bisa diwariskan serta diperjualbelikan