Rumah Sakit Khusus Tersangka Untuk Setya Novanto

Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat Menyindir Pejabat Tersangka Yang Pura-Pura Sakit

Sejak tiga tahun lalu, Kejaksaan Agung memiliki rumah sakit untuk para tersangka tindak pidana. Namanya Rumah Sakit Adhyaksa di kawasan Ceger, Jakarta Timur. Setya Novanto mestinya diperiksa di sini.

“Tiga Tahun kehadiran Rumah Sakit Adhyaksa telah membawa hasil yang baik dan diharapkan rumah sakit ini menjadi rujukan bagi tersangka tindak pidana dan warga kurang mampu dan kedepannya menjadi Rumah Sakit Forensik dengan meningkatkan typenya dari type C menjadi type B,” katakan Jaksa Agung HM Prasetyo saat menghadiri hari jadi ke 3 RS Adhyaksa, Ceger, Jakarta, Selasa (19/9/17). “Kita berharap rumah sakit ini menjadi rumah sakit forensik nasional dan menjadi rujukan tingkat nasional,” kata Prasetyo saat memberi sambutannya.

Dia menekankan Rumah Sakit yang dikelola oleh dinas kesehatan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta itu memiliki misi, melayani warga masyarakat dengan baik. “Kita sangat senang dengan adanya Rumah Sakit Umum Adhyaksa dapat melayani pasien dengan baik dan telah menghasilkan pendapatan 4 milyar, kita berharap kedepannya RSU Adyasa lebih baik lagi dan tulus dalam melanyani pasien,” tekan dia.

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang hadir  menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat Rumah Sakit ini dan kedepan menjadikan RS forensik nasional. Yang menarik,  Djarot berharap rumah sakit ini menjadi tempat memeriksa tersangka yang pura-pura sakit untuk menghindari persidangan.

Jaksa Agung HM Prasetyo di RSU Adyaksa

 

“Supaya para pejabat tersangka sebelum disidangkan pura-pura sakit diperiksa betul di sini. Mereka beneran atau pura-pura sakit. Mereka yang terpidana pengin istirahat tapi pura-pura sakit. Mereka harus diuji di sini,” kata Djarot saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-3 Rumah Sakit Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2017).

Dia pun menyindir para oknum pejabat yang berpura-pura sakit ketika sudah ditetapkan jadi tersangka dan hendak disidangkan. Menurutnya, hal tersebut berbanding terbalik ketika mereka ingin naik jabatan. “Yang sakit dibikin sehat buat naik jabatan, bagaimanapun caranya biar dia sehat mau masuk Polri, mau masuk TNI, padahal dia sakit dibikin sehat, mau naik jabatan. Tapi sebaliknya ketika dijadikan tersangka, mau disidang mereka sakit,” ucapnya.

Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidatat

 

Kalau begitu, Setya Novanto yang dirawat di Rumah Sakit Premier dan “konon” sakit jantung, semestinya diperiksa di RS Adyaksa ini. Apa betul dia sakit, atau seperti kata Djarot “Mereka yang terpidana pengin istirahat tapi pura-pura sakit”.