Muhammad Isnur (LBH): “Utopis Menegakkan Kembali PKI Di Indonesia”

 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut instruksi mengepung kantor YLBHI sudah ada sebelum kegiatan digelar. Arahan itu beredar dan viral di media sosial Sejak 15 September. Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhammad Isnur mengatakan, ujaran berupa propaganda hoax dan instruksi-instruksi menyerbu kantor LBH sudah ada sejak Jumat 15 September 2017. Akun penyebar ujaran itu menyebut kalau LBH mengadakan acara berbau Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikut ini penjelasannya kepada Sofyan Hadi dari FORUM.:

Bisa dijelaskan awal mula diskusi dan pentas seni dan kemudian berujung kericuhan?

Kegiatan diskusi dan pentas seni sengaja digelar  bukan untuk membangkitkan komunisme. Acara yang dikemas bertajuk ‘Asik Asik Aksi’ itu disebut murni diskusi soal sejarah tragedi kemanusiaan 1965. Narasumber yang dihadirkan umum, bukan simpatisan PKI. Mereka hanya sipil yang jadi korban tragedi kemanusiaan pada 1965.

Ibu Nani, misalnya, hanya merupakan seorang penari di Istana zaman Presiden Soekarno. Namun, ketika peristiwa 1965, Nani dituduh PKI lantaran pernah menari di hadapan Bung Karno. Padahal dia simpatisan saja enggak. (saat itu) dia masih anak-anak, lalu dipenjara belasan tahun. Nani dihukum tanpa melewati peradilan yang fair.Nani juga belum pernah mendapat rehabilitasi. Dapat KTP saja susah sampai usia tua. Orang-orang seperti ini yang harus LBH dampingi, negara harus punya perhatian pada mereka. Hanya karena dituduh, hanya karena ada stigma terhadap mereka, padahal mereka tidak melakukan apa-apa.

 

Penyerangan Kantor LBH Jakarta Minggu 17 September 2017

Bagaimana dengan isu bangkitnya kembali komunisme?

Isu mengenai bangkitnya kembali PKI sudah tidak relevan. Dia (PKI) sudah lama bubar. Siapa yang mau gerakan PKI lagi? Saya kira sudah tidak ada. Jadi sudah enggak relevan.  Pada era demokrasi dan keterbukaan seperti sekarang, tidak mungkin menghidupkan kembali PKI. Utopis menegakkan kembali PKI di Indonesia. Ada pola serupa antara penyerangan kantor YLBHI dan serangan atau tudingan mengatasnamakan menolak komunisme.

Lihat saja, Presiden Jokowi difitnah dengan cara yang sama, Teten difitnah yang sama dan hoax semua. LBH juga sama difitnahnya. Amunisi bangkitnya komunisme adalah untuk menyasar kepentingan politik pada 2019 nanti. Dengan demikian, citra politik pemerintahan Joko Widodo turun. Ada upaya kerangka besar yang membuat suasana jadi rusuh, chaos, dan dianggap negara tak diteruskan. Kami lihat aktornya mirip. Makanya kepolisian jangan hanya menangkap aktor-aktor yang ada di lapangan saja. Polisi kan sudah membuka (kasus) Saracen, ini harus diungkap siapa yang memfitnah.

Apakah Anda tidak khawatir jika acara yang digelar di Kantor YLBHI mendapatkan tekanan massa?

Sejak Jumat sudah viral di media sosial propaganda hoaks, instruksi-instruksi untuk menyerbu LBH. Mereka ingin acara seminar terkait peristiwa 1965 yang sedianya digelar Sabtu 16 September 2017 dibatalkan.  Dengan dibatalkannya acara itu, YLBHI kemudian membuat acara bertajuk “Asik Asik Aksi” pada Minggu 17 September 2017.  Akan tetapi, massa menggeruduk Kantor YLBHI usai acara tersebut digelar. Kericuhan pun pecah pada Senin dini hari. Dan semalam itu kayaknya, nampaknya puncaknya gitu. Kami dapat informasi beberapa nama situs-situs atau web atau sosial media dikerahkan untuk menyerbu LBH dengan tuduhan bahwa LBH mengadakan acara berbau komunis atau PKI.

 

Kivlan Zen Melaporkan Muhamad Isnur Ke Bareskrim Polri

Menurut Anda kata-kata “Gebuk PKI” yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai alat pembenaran terhadap aksi massa untuk menyerang LBH?

Kami tidak memungkiri kalau kata-kata tersebut digunakan untuk mencitrakan Jokowi sebagai non-PKI. Akan tetapi, kata-kata tersebut diduga digunakan oleh ormas anti-demokrasi sebagai alat pembenaran terhadap aksi massa untuk menyerang LBH.

Akibat Jokowi yang ingin mencitrakan bukan PKI dengan bahasa seperti itu, berdampak pada orang lain yang dituduh seperti dia kena gebuk. Kata-kata ‘Gebuk PKI’ didengungkan selama aksi berlangsung. Massa mengklaim kalau mereka boleh menggebuk massa dengan mengacu kata-kata Jokowi. Hal itu diungkapkan terus-menerus saat aksi.

Presiden Jokowi harus memperbaiki kata-katanya segera agar tidak ada aksi persekusi kepada orang-orang PKI. Saya menganalogikan dengan kisah pemberantasan narkoba. Begitu Jokowi menginstruksikan gebuk, pemberantasan narkoba begitu masif.  Saya menyarankan Presiden Jokowi segera merevisi kata-kata tersebut. Kami khawatir ada Saracen jilid 2 yang memproduksi hoax yang memproduksi kebohongan untuk menyerang LBH-LBH.

Bagaimana dengan tuduhan YLBHI mendukung pro komunis?

Salah alamat. Kami adalah lembaga yang memberikan bantuan hukum, dan tidak terlibat dengan ideologi maupun paham politik apapun. Soal ideologi, pertentangan politik, LBH tidak mau terlibat di situ, tapi kami menghormati hukum, kami sebagai pengacara disumpah untuk taat kepada konstitusi, untuk menghormati hukum NKRI. Masyarakat miskin, atau buta hukum atau kesulitan mendapatkan akses bantuan hukum, boleh-boleh saja meminta bantuan hukum dari LBH. Tanpa memandang aspek suku, agama, ras keyakinan politik atau apapun, jadi siapapun yang datang ke kami dengan syarat syarat tertentu yang terukur, kami pasti bantu. Kami menyerahkan kepada aparat hukum, yang menyebarkan hoax dan berujung pada kerusuhan itu ditangkap. Mereka menyebarkan berita bohong dan memprovokasi warga lain.

Apakah benar berita di medsos yang menyebut aksi yang digelar di YLBHI adalah acara kebangkitan PKI?

Padahal itu sama sekali enggak. Itu bohong semua. Jadi massa datang pun, yang jelas kepolisian menjelaskan berulang-ulang tidak ada sama sekali PKI, tapi massa tidak mendengarkan Kapolda, Kapolres, dan malah berbuat rusuh.

Apa alasan Anda menyebut nama Mayjen TNI Purn Kivlan Zen dan Anggota Presidium 313 Rahmat Himran ada di balik penyerangan Kantor LBH Jakarta oleh sekelompok massa?

Yang pertama Rahmat Himran, saya nggak tau dia siapa tapi dia rupanya dia presidium 313, dalam beberapa rilis dan beberapa (berita) hoax yang dibuat di media, nama dia sebagai penanggung jawabnya saya nggak tau polisi sudah menangkapnya atau belum.

Yang kedua zaman Kivlan Zen, ini nama yang pertama kali keluar ketika sebuah web berita Public News diberitakan memimpin rapat koordinasi pembubaran seminar PKI, kepolisian ini harus diusut.

Bagaimana sikap Anda atas laporan Kivlan Zein kepada polisi terkait penyebutan aktor penyerangan?

Yang menyebut dia dalang adalah media yang menyampaikan dalam berita-beritanya. Berita itu menunjukkan dia (Kivlan) ikut rapat, terus mau laporkan apa. Kami juga dapat foto di mana dia ada dalam rapat tersebut. Kalau di media sebaiknya pakai hak jawab, sesuai dengan mekanisme UU Pers. Nanti kami bahas dan rapatkan.

 

Muhammad Isnur

 

Apakah benar ada aktifitas bernyanyi lagu Genjer-genjer?

Jelas hoax atau berita-berita bohong telah disiarkan, propaganda tuduhan yang mengada-ada telah diviralkan, instruksi-instruksi untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI, menyanyikan lagu ‘Genjer-Genjer’ dll. Padahal, sama sekali tidak ada. Kami khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh.

LBH-YLBHI mengucapkan terima kasih atas respons dan perlindungan aparat kepolisian malam ini, melindungi rekan-rekan yang di dalam gedung, menjelaskan kepada massa tentang acara yang sebenarnya, meminta massa untuk membubarkan diri, mengendalikan situasi, dan bertindak tegas menegakkan hukum dan konstitusi. LBH-YLBHI juga jadi ruang semua untuk bertemu, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia, demokrasi, dan Rule of Law.

Adakah indikasi penyerbuan Kantor YLBHI sudah ada sebelum ada kegiatan?

Instruksi mengepung kantor YLBHI sudah ada sebelum kegiatan digelar. Arahan itu beredar dan viral di media sosial Sejak 15 September 2017. Akun penyebar ujaran itu menyebut kalau LBH mengadakan acara berbau Partai Komunis Indonesia (PKI). Semua tudingan itu tidak benar. Malah,  semua kegiatan yang sudah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu-Minggu, 16-17 September  sudah atas pengetahuan polisi.

Bahwa kepolisian selama dua hari mengikuti full, mengawasi full acaranya dan tidak ada sama sekali berhubungan dengan komunis dan PKI. Massa tetap menuding LBH menggelar kegiatan yang membangkitkan PKI. Ia mengaku heran dengan ujaran dalam orasi yang cenderung bernada ancaman. Yang terdengar oleh kami adalah bahasa yang sangat kasar dan menakutkan. Bahasa seperti bunuh, halal darahnya, dan lain-lain.

Bagaimana sikap YLBHI terkait masalah ini?

Kami belum mengetahui pihaknya akan mengambil langkah hukum atau tidak. Saat ini kami merasa tertekan dan terancam. Kami lebih mementingkan keselamatan kami dan rekan-rekan dulu. Saya mohon maaf kepada masyarakat karena harus terganggu pelayanan hukumnya.