Koruptor-Koruptor Yang Kena Serangan Jantung

 

Mungkin perlu ada penelitian bahwa antara pelaku tindak pidana korupsi dan serangan jantung memiliki korelasi. Selain Setya Novanto yang dirawat karena gangguan jantung, ada sejumlah pelaku tindak pidana korupsi yang terkena serangan jantung. Ada yang mati.

Setya Novanto (getscoop.com)
Setya Novanto (getscoop.com)

Berkut contohnya:

ASBEL PARHUSIP

Asbel  tewas setelah terkena serangan jantung di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Medan, Sabtu (20\/10\/2012). Nyawanya tak tertolong kendati sempat dibawa ke rumah sakit.

Asbel Parhusip, adalah Kepala Bidang Realisasi Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumut, yang menjadi tersangka kasus korupsi. Ketika dikunjungi keluarganya di rutan ketika terkena serangan jantung sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (20\/10\/2012). Dia segera dibawa ke klinik Rutan, dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih.

Namun nyawanya tak tertolong. Jenazah Parhusip selanjutnya dibawa keluarga. Kemungkinan akan dimakamkan di Samosir.

Parhusip menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan irigasi di Kabupaten Samosir. Dia ditahan Kejaksaan Tinggi Sumut karena adanya penyalahgunaan anggaran senilai Rp 2,5 miliar dalam proyek tahun anggaran 2008-2010 tersebut.

 

M, YAENI

M Yaeni, seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang meninggal dunia, Sabtu (19/7) dini hari. Yaeni yang merupakan terpidana kasus korupsi penggunaan anggaran pengadaan kendaraan dinas di Sekretariat DPRD Kabupaten Grobogan itu, meninggal dunia setelah dirawat di RS Tugu Semarang karena serangan jantung. Penyakit yang dideritanya itu, merupakan penyakit lama yang dideritanya sebelum ditahan di LP Kedungpane Semarang.

Sebelumnya, Yaeni sempat menjalani perawatan di RS Tugu Semarang sekitar tujuh jam lebih. Namun, jiwanya tidak tertolong hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

”Di dalam tahanan, beliau memang sudah sakit jantung. Sampai akhirnya beliau mengalami serangan jantung, dan dirujuk ke RS Tugu Semarang,” kata adik Yaeni, Heru Santosa.

Karena sudah meninggal dunia, lanjut Heru, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Ahmad Yani, Purwodadi. Namun, prosesi pemakaman Yaeni sempat tertunda sekitar satu jam. Sebab, adik Yaeni yang lain, yaitu Sri Dartuti baru mendapat izin keluar dari LP Wanita Bulu Semarang. ”Sri Dartuti juga tersangkut kasus pidana, karena terlibat penyuapan terhadap hakim yang menangani kasus Yaeni,” imbuhnya.

 

PAUL WATANG

Tersangka kasus dugaan korupsi jual-beli aset yang merugikan negara Rp 7,9 miliar, Paul Watang, pingsan saat hendak ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur, Rabu malam, 11 Mei 2016.

Paul Watang pingsan

 

Tersangka dijemput paksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT di Surabaya, Jawa Timur. Dia lalu diterbangkan ke Kupang, NTT, malam tadi. Tiba di Kupang, tersangka langsung digiring ke Kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah Paul Watang dinyatakan sehat, penyidik berencana menahannya. Namun tersangka menolak ditahan karena masih menderita sakit.

Saat hendak ditahan, tersangka yang masih berada di tempat tidur seusai pemeriksaan kesehatan melompat hingga jatuh dan terkena serangan jantung. Melihat keadaan itu, tim medis mengevakuasi tersangka ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani perawatan. “Tersangka sudah berstatus sebagai tahanan,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT Shierly Manutede.

Dia mengaku, setelah tersangka dijemput dari Surabaya, langsung dilakukan pelimpahan tahap dua oleh penyidik ke jaksa penuntut umum. “Tersangka sempat melompat dari tempat tidur lalu berdiri, dan beberapa saat kemudian tersangka jatuh pingsan,” ujarnya. Tapi ia tetap diperiksa karena menurut dokter secara medis Paul Watang sehat.

Kuasa hukum Paul Watang, Fransisco Besie, menyayangkan tindakan yang dilakukan Kejaksaan karena kliennya masih dalam keadaan sakit. “Klien kami tetap akan menjalani proses hukum, tapi diberi keringanan karena masih sakit,” tuturnya.

Paul Watang merupakan satu dari dua tersangka kasus jual-beli aset negara PT Sagaret yang merugikan negara Rp 7,9 miliar. Hingga saat ini tersangka masih kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Kupang.

 

ALIE ABIE

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengerjaan jalan Suak Kandis-Desa Simpang, Kabupaten Muarojambi, terpaksa ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (06/02/2017).

Sebab, salah satu terdakwa yaitu Ali Abie, Direktur PT Kosambi Laksana Madiri, harus menjalani perawatan di rumah sakit Siloam Jambi.

Ali Abie, yang saat ini berstatus tahanan kota diopname karena penyakit jantung.

Hal ini diketahui dari penasehat hukum terdakwa Ali Abie, Hutabarat, saat sidang dimulai dan dibuka oleh majelis hakim Barita Saragih.  Namun tanpa dihadiri oleh salah satu terdakwa Ali Abie.

“Maaf yang mulia, klien kami tadi pagi dirawat di rumah sakit Siloam,” kata Hutabarat seraya menyerahkan surat keterangan dari dokter kepada majelis hakim.

 

RJ LINO 

Tersangka suap pengadaan Quay Container Crane (QCC) sekaligus eks Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengalami serangan jantung ringan saat akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Serangan jantung ringan itu membuat pengacara Lino, Maqdir Ismail, meminta pemeriksaan kliennya ditunda selama sepekan.

 

R J Lino


Maqdir menyebut kliennya merasa tak enak badan belakangan. Lino, menurut Maqdir, sudah merasa sesak ketika menyambangi kantor Badan Reserse Kriminal Polri untuk penyidikan kasus mobile crane kemarin.

“Sejak pemeriksaan kemarin, dia merasa sesak dan dibawa ke rumah sakit. Kami minta waktu pagi ini, tapi dia masih diobservasi kena serangan ringan. Sesaknya karena jantung. Kami minta waktu penundaan satu minggu,” kata Maqdir di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Maqdir mengatakan telah menyerahkan surat permohonan izin penundaan pemeriksaan ke Direktur Penyidikan KPK. Dalam surat itu, ia menyerahkan analisis dokter termasuk hasil pemeriksaan tekananan darah.

Maqdir mengatakan kliennya stres lantaran dijerat dua kasus, di Korps Bahayangkara sekaligus KPK. Lino pun tumbang dan masih dirawat inap di sebuah rumah sakit di Jakarta sejak semalam.

 

Nah siapa lagi yang ingin korupsi lalu disergap serangan jantung?