Indra Tiidak Layak Di Golkar, Apalagi Di Dunia Akademis

Jadi tersngka Kasus Narkoba, Indra J Piliang mengundurkan diri dari Golkar

Langkah politisi Partai Golkar Indra J. Piliang setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba adalah mengundurkan diri dari partai berlambang pohon beringin itu. Diwartakan bahwa surat pengunduran diri Indra telah disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta telah sampai ke meja Dewan Pakar Partai Golkar pada Sabtu (16/9/3017). Sebab, Indra adalah salah seorang anggota Dewan Pakar Partai Golkar.

Indra menyatakan mundur dari seluruh jabatan keanggotaan partai yang diembannya, mulai dari kader, anggota dewan pakar, panglima dan pendiri Praja Muda Beringin, serta anggota tim Quality Assurance Reformasi Birokrasi RI.

“Dia tidak layak (di Dewan Pakar) karena tak bisa memberikan contoh,” ujar Agung Laksono, Ketua Dewan Pakar Golkar,  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Selain menjadi kader Golkar, Inda juga dikenal sebagai peneliti dan penulis. Pendidikannya lumayan tinggi, S2 dari unversitas terkenal di Indonesia.

Nah, kalau Golkar saja menganggapnya tidak layak duduk di Dewan Pakar partai, di dunia intelektual, bidang penelitian, apalagi di dunia akademis, tentu dia lebih tidak layak lagi.