Pedofil Gentayangan Mencari Korban

Aomunitas Pedofil Bernama Loli candy’s Group

 

 

 

Sebuah media online menulis berita mengenai Mikhaela Lee Jowono, putri kecil pasangan pesohor Nafa Urbach dan Zack Lee, yang kini telah tumbuh menjadi gadis cilik yang cantik, manis, dan cerdas. Sayangnya berita positif  tentang Mikhaela yang lahir pada 8 Februari 2011ini dinodai oleh komentar-komentar tak senonoh oleh sejumlah warganet.

 

Korban Pedofil di Luar Neger

 

Bukan kritikan, namun sejumlah warganet ini mengunggah komentar berupa istilah yang kerap digunakan oleh kaum pedofil, atau orang yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual.  Dalam komentar tersebut, banyak kata “Loli”, “Lolita”, dan sebagainya.

Seperti diketahui, belum lama ini sebuah grup Facebook sarang pedofil menggunakan nama ‘Loly Candy’. Banyak pengguna media sosial yang mengaitkan kata ‘loli’ sebagai bentuk penghinaan seksual. Hal ini bermula dari fantasi liar ‘lolicon’ atau pedofil yang menyerang anak-anak di bawah umur.

Nafa awalnya tak sadar kalau sejumlah pedofil menyebut putrinya dengan istilah “Loli”. Namun setelah mengetahui lebih banyak tentang ‘Loly Candy’, Nafa merasa bahwa komentar-komentar tersebut sangat tidak pantas ditujukan kepada putrinya. Sebagai ibu, tentu saja Nafa sangat marah. Dia pun berusaha untuk menangkap satu per satu warganet yang memberi komentar tersebut, dan melaporkannya ke polisi.

Panjang lebar, Nafa Urbach mengisahkan kronologi kejadian yang menimpa putri sematawayangnya itu dalam sebuah jumpa pers di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin 14 Agustus 2017. Nafa bertutur, mula-mula dirinya diberi link berita oleh seorang teman melalui aplikasi WhatsApp. Berita yang berjudul “Gadis Mungil ini Ternyata Anak Artis Ternama! Cantik bak Barbie, Jago Nyanyi Pula” itu ialah mengenai Mikhaela Lee Jowono.

“Saya nggak biasa-biasanya mau buka berita-berita. Tapi, karena soal Mikha, jadi saya buka. Link-nya lucu, saya mau tahu beritanya apa. Pas saya lihat beritanya, nggak ada yang salah. Salahnya cuma tanggal lahir,” ujar Nafa Urbach.

Artis yang sempat populer pada tahun 90-an ini kemudian melihat-lihat komentar berita yang diunggah di Line Today tersebut. Di sanalah ia menemukan komentar sejumlah warganet yang memuat istilah “loli”.

“Karena kesalahan itu, komennya pasti lucu-lucu. Akhirnya, saya turun ke komen itu. Tapi, karena jalannya Tuhan juga, pas saya turun, ada komen-komen yang menyebutkan ‘loli’. Di bawahnya, ada yang bilang, ‘Awas, hati-hati terciduk.’ Di bawahnya juga banyak komen, ‘loli,’ ‘loli.’ Di situ banyak yang marah-marah, bukan cuma gue, kayaknya ibu-ibu juga. Saya ingat. ‘Kok, anak saya dikomentarin loli bukan cuma satu, tapi banyak?’ Ada yang bilang, ‘Tunggu gedenya,'” tutur Nafa Urbach.

Akhirnya, setelah mencari tahu, Nafa Urbach pun paham bahwa ‘loli’ ialah istilah yang digunakan pedofil untuk menyebut anak di bawah umur.

“Saya pikir, ‘Kok, (menyebut) loli diciduk?’ Waktu saya searching, ‘loli’ itu adalah kata-kata yang digunakan oleh (pelaku) pedofilia untuk anak-anak di bawah umur,” ucap Nafa Urbach.

‘Loli’ dalam bahasa aslinya “Lolicon” memiliki makna seseorang yang mempunyai obsesi pada anak-anak di bawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas, atau biasa juga disebut pedofilia.

Dari sini, Nafa Urbach langsung menyimpulkan bahwa banyak kaum pedofil yang berkomentar dalam berita tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, istri Zack Lee ini langsung melampiaskan kemarahannya. “Harii ini ada berita mikha di showbizz dan saya mendapati banyak sekali pedofilia yg coment disana !!!!” tulis Nafa.

Dalam fotonya ia memperlihatkan screenshot komentar pedofil tersebut. “Loli,” tulis akun bernama MhmmadRamadhn disertai emoji bermata hati. Loli sendiri kerap menjadi ‘kode’ untuk menyebut anak-anak yang menjadi target kaum pedofil.

Tak terima, Nafa Urbach pun memberi ancaman keras kepada pemilik akun MhmmadRamadhn itu. Ia akan melacak keberadaan orang tersebut bagaimana pun caranya. Wanita berusia 37 tahun ini juga bertekad untuk mengusut kasus ini.

“Whos with Me ????? dont u ever mess with mothers / maafkan sy klo kata kata saya sempet kasar , saya bgtu maraaaaahhh dan bgtu naik darah hingga saya tdk bisa kontrol kata kata saya ! tapi saya tetep akan cari mrk smuaaa,” tulis Nafa Urbach.

Warganet lantas membanjiri kolom komentar Instagram Nafa Urbach dengan dukungan. “Sya mndukung mba naffa… Sy doakan smoga orang orang jahat itu tertangkap,” ujar pemilik akun @winaleona.

“Semangat mba @nafaurbach saya jg pnya anak perempuan yg pasti sangat membenci kaum fedofil ituuh. Smg segera ketemu 1 per 1,” kata @chrieztina_mita menimpali.

Semenjak kasus putrinya yang menjadi target para pedofil (pelaku pedofilia) banyak diberitakan media, tidak sedikit masyarakat yang kemudian terbuka matanya soal masalah tersebut.

“Semenjak saya posting soal kasus pedofilia ini di IG (Instagram), saya membuka semua soal kasus pedofil, ratusan DM (direct message) masuk ke IG saya, mungkin sekarang ribuan kali,” ungkap Nafa.

Dalam pesan langsung tersebut, banyak yang mengadu kepadanya bahwa anggota keluarganya juga pernah menjadi korban pelecehan seksual di bawah umur. Bahkan, tidak sedikit pula yang mengalaminya sendiri saat masa kecilnya, tapi tidak memiliki kekuatan untuk melawan.

“Sebagian dari direct masaage itu adalah korban di mana yang dari masa kecil mereka dilecehkan, ada juga ibu-ibu yang anaknya sudah menjadi korban pedofilia dan pada saat itu mereka tidak bisa melapor karena mereka bukan artis. Katanya ‘saya bukan orang besar’, ‘saya bukan pejabat’, dan ‘saya pernah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, tapi tidak ada kelanjutan’,” kata Nafa.

Sadar akan peran dirinya yang menjadi figur publik begitu penting untuk dapat merubah sesuatu, akhirnya Nafa Urbach bertekad untuk menangani masalah tersebut dengan lebih serius.

“Akhirnya saya enggak tahan lagi, ini kita harus melakukan sesuatu dan akhirnya aku ketemu Mas Sandy (Arifin -pengacara). Jadi paling tidak saya mau membuat awarness-lah buat ibu-ibu di seluruh Indonesia bahwa pedofilia ini masih berkeliaran di Indonesia dan di mana-mana,” Nafa Urbach melanjutkan.

Saat ini, Nafa Urbach bersama dengan seorang pengacara, Sandy Arifin, mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk serius menangani kasus pedofilia yang marak terjadi di Indonesia. Nafa Urbach juga telah mendatangi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), terkait foto anaknya yang dikomentari ‘Loli’ di sebuah media. Ia pun mencoba beraudiensi dengan KPPPA.

Setelah kurang lebih 30 menit beraudiensi, Nafa dan beberapa orang KPPPA keluar dari ruangannya dan mengumumkan hasil dari audiensi tersebut.

“Kami menerima aduan masyarakat dari ibu Nafa terkait kekerasan terhadap anak. Ada komunitas pedofilia yang mengganggu tumbuh kembang putrinya bu Nafa,” ujar Sekertaris KPPPA, Pribudiarta Nursitepu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).

“Karena itulah kemudian, bersama kami akan berupaya menangani kasusnya. Sudah diskusi dengan Nafa penting dilakukan upaya pencegahan, gimana anak sendiri memiliki kemampuan menghindar dan memiliki kemampuan untuk menghadapi kelompok pedofil. Orangtua bisa memberikan pengertian dan juga kasi sayang kepada anaknya. Kalau di rumah orangtua dan di sekolah guru memegang peranan penting,” terangnya lebih lanjut.

Nafa Urbach pun sudah melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Metro Jaya. Dengan nomor LP/3932/VIII/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 21 Agustus 2017 dengan pasal 27 (1) Jo 45 (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang ITE yang mengandung tindak perkara yang bermuatan asusila.

“Kasus sudah dilaporkan ke kepolisian. Diterima baik oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sudah ada bukti laporan mengandung tindak pidana mengandung asusila pasal 27 Jo pasal 45 UU ITE,” ujar sandy Arifin, kuasa hukum Nafa Urbach.

Menurut Sandy Arifin, polisi akan melakukan penyelidikan terkait masalah tersebut. Jika sudah terkumpul semua bukti oleh polisi, pihak Nafa akan segera membuat laporannya.

“Untuk sementara dari pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan, di mana nanti konten-konten yang memang berhubungan dengan permasalahan mbak Nafa akan coba dibuka asal muasalnya seperti apa. Nanti setelah ditemukan ada memang keterkaitan dengan kata-kata yang merugikan atau ibaratnya seperti apa yang disampaikan mbak Nafa kemarin dengan kata-kata itu jadi beliau sedikit dirugikanlah,” tutur Sandy.

Nanti memang sudah ditemukan hasil dari penyelidikan, kami akan diinformasikan, baru setelah itu kalau sudah jelas semua bukti dan kejadiannya kita akan buat laporan. Tapi untuk sementara kita menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian, di mana Direktorat reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya,” terangnya lebih lanjut.

Polisi akan mengembangkan kasus pedofilia dari bukti-bukti yang sudah diserahkan oleh pihak Nafa Urbach.

“Sementara tadi sudah kami sampaikan beberapa bukti, bukti capture-an dari mbak Nafa kita kasih semua. Mungkin nanti akan dicoba dikembangkan lagi kepada orang-orang atau pun konten yang bersangkutan dengan yang diposting ditujukkan kepada mbak Nafa maupun anaknya,” pungkas Sandy.

SWU

 

 

 

Misteri Sebutan Loli

 

Dilansir dari laman Wikipedia, Loli adalah singkatan dari Lolicon yang berasal dari Bahasa Jepang dan merupakan gabungan kata dari kata Lolita dan Complex. Dalam bahasa aslinya, Lolicon memiliki makna seseorang yang mempunyai obsesi pada anak-anak di bawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas.

Istilah Lolicon sering digunakan oleh otaku dalam ruang lingkup Anime, Manga, dan Game.

Lolicon dipercaya oleh beberapa orang sebagai salah satu klasifikasi dari otaku karena kebanyakan otaku menyukai karakter berwajah seperti anak-anak.

Ruang lingkup penggunaan istilah ini hanya digunakan oleh komunitas otaku, sehingga istilah Lolicon mengalami perubahan makna menjadi lebih sempit, yaitu menjadi obsesi kepada objek visual yang imut-imut dan manis.

Diakui, secara umum istilah Lolicon ini berbeda dengan pengertian pedofilia. Kata Lolita diambil dari tokoh novel fiksi berjudul Lolita karya penulis Rusia, Vladimir Nakobov. Dalam novel yang telah diangkat ke dalam layar lebar beberapa kali ini menceritakan seorang laki-laki dewasa yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang berusia 12 tahun bernama Lolita.

Istilah ini digunakan pertama kali oleh Russell Trainerdalam bukunya The Lolita Complex.

Kemudian, istilah ini pun meluas kepada gadis kecil dan/atau gadis yang umurnya sudah tidak muda, tetapi masih mempunyai ciri-ciri seperti gadis kecil, baik dalam hal fisik maupun perilaku.

Pengertian yang Salah antara Lolicon dan Pedofilia.

Beberapa pendapat negatif terutama dari pihak yang tidak memahami perbedaan antara Lolicon dan Pedofilia menyatakan bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Bahkan dinyatakan orang yang menyukai Loli memiiki kepastian akan menuju ke arah pedofilia. Kritikus budaya Hiroki Azuma mengatakan bahwa sangat sedikit pembaca manga loli yang melakukan kejahatan.

Lolicon bukanlah pedofilia. Pengertian dari istilah Lolicon lebih mengarah ke afeksi (rasa suka) terhadap gadis di bawah umur atau gadis yang sudah tidak muda, tetapi memiliki sifat serta penampilan menyerupai gadis muda.

Sementara pedofilia merupakan kelainan kejiwaan dan orientasi seksual seseorang, yang sudah sampai tahap eksploitasi seksual terhadap anak-anak di bawah umur, baik pria maupun wanita.#