Bukan Karena Buni Yani Umat Islam Marah Pada Ahok

Tiga saksi meringankan Buni Yani

“Amarah umat muslim saat itu tak berkaitan dengan adanya postingan Buni Yani. Ini ada kesalahan dalam tuntutan. Beliau (Buni Yani) hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat ada seperti ujaran Ahok di video, apa yang disampaikan beliau hanya ingin memberi tahu tidak ada ujaran kebencian,” katau Jamran Rohman, aktivis Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU).

Pendapat itu disampaikan dalam  Sidang dugaan pelanggaran UU ITE  dengan terdakwa Buni Yani Buni di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (29/8/2017).

Dalam sidang kesebelas tersebut, penasihat hukum Buni Yani menghadirkan tiga saksi fakta, antara lain Tokoh Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) Jamran, Ramli Kamidin penulis buku Kami Melawan ‘ Ahok Tak Layak Jadi Gubernur’ dan Kan Yun salah seorang warga keturunan Tionghoa. Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim adalah M Sapto.

Jamran Rohman mendapat giliran pertama untuk bersaksi. Jamran menjawab pertanyaan soal hubungan antara postingan Facebook Buni Yani dengan lahirnya sejumlah aksi protes terhadap Ahok.

Selain menganggap amarah umat muslim saat itu tak berkaitan dengan adanya postingan Buni Yani, Jamran juga menceritakan protesnya terhadap Ahok sudah pernah dilakukan jauh sebelum munculnya postingan Buni Yani. Ia pun mengaku aktif turun ke jalan dalam serangkaian demo besar. “Sebelum bulan Oktober, khususnya di Jakarta Utara sudah banyak ormas yang protes. Karena ada rencana penggusuran masjid dan situs sejarah yang akan dibongkar. AMJU itu terdiri dari berbagai ormas. Jauh sebelum Pilkada sudah banyak penolakan (untuk Ahok),” tuturnya. Bahkan, akibat protes kerasnya, ia sempat dipidana kurungan 6 bulan penjara pada 2016 lalu atas postingannya di media sosial Twitter.

Sebelumnya, Buni Yani berkata bahwa  unggahan Facebook-nya yang berisi penggalan pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pulau Seribu bukan tak menjadi bahan pemicu masyarakat melakukan aksi demonstrasi terhadap Ahok.

“Tidak ada orang yang benci kepada Ahok didasarkan pada postingan saya. Justru jauh sebelum itu sudah banyak aksi-aksi orang yang sudah membenci Ahok. Satu karena dia menggusur, kedua karena mulutnya yang kotor, ketiga karena kebijakan macam-macam itu,” tutur Buni Yani usai menjalani sidang kesepuluh di di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017). “Jadi ketika saya posting pada tanggal 6 Oktober 2016 umumnya sudah banyak orang yang benci dengan berbagai macam alasan,” tambahnya.