Perkumpulan Masyarakat Tanah Jambo Aye dan Sekitarnya Gelar Halal Bihalal

Ketua Perkumpulan MTJA Drs H Ridwan Djalil saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal di Aula Kantor PWI Aceh Utara – Lhokseumawe. (Foto/Jefry)

Perkumpulan Masyarakat Tahan Jambo Aye (MTJA) dan sekitarnya menggelar acara silaturrahmi (Halal Bihalal), kegiatan tersebut berlangsung di aula Sekretariat Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara – Lhokseumawe, Minggu (23/7).

Ketua Perkumpulan MTJA, Drs H Ridwan Djalil dalam kata sambutannya mengatakan, anggota perkumpulan ini tidak hanya berasal dari masyarakat Jambo Aye saja. Namun mereka juga berasal dari kecamatan tetangga, seperti Kecamatan Seunuddon, Langkahan, Baktiya dan Baktiya Barat. “Semua anggota MTJA ini sudah menetap di Kota Lhokseumawe,” ujarnya

Keberadaan perkumpulan MTJA, kata dia, ke depan dapat ditingkatkan statusnya menjadi sebuah lembaga berbadan hukum yang sah dan diakui oleh negara. Sebab, sudah banyak komunitas di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota sudah meningkatkan statusnya menjadi sebuah yayasan komunitas.

Untuk itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah kota (Pemko) Lhokseumawe ini mengharapkan peningkatan status dimaksud dapat segera diwujudkan, sehingga menjadi lebih kuat lagi secara kelembagaan dan kepada para anggota dirinya juga meminta supaya terus menjaga silaturrahmi.

Sebelumnya, ketua panitia acara tersebut M. Nasir, M.Si menjelaskan, kegiatan silaturahmi ini awalnya sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Namun tertunda beberapa kali karena kesibukan para anggota MTJA, sehingga baru dapat terlaksana pada hari ini.

“Sejak terbentuk beberapa tahun lalu, hingga kini berdasarkan data arisan yang kita miliki sudah bergabung sekitar 80 orang anggota. Kita berharap kedepan, semakin banyak anggota yang bergabung” ujar M. Nasir yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Aceh Utara ini.

Acara Halal Bihalal itu juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh ustad Daniel. Mengawali tausyiah, ust Daniel mengingatkan kembali para anggota komunitas untuk tidak lupa akan makna Idul Fitri serta mengupas karakter negatif dari sifat diri manusia.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Utara – Lhokseumawe, Sayuti Achmad di sela-sela acara mengungkapkan, PWI mendukung kegiatan silaturrahmi yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut. “Acara ini semoga menjadi contoh bagi para jurnalis di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe untuk tetap menjaga silaturrahmi sesama teman seprofesi,” tandasnya. (Jefry)