Bupati Aceh Tengah: Nama Bandara Rembele Takengon Jadi Perekat Masyarakat

forumkeadilan.com. Aceh – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengharapkan nama yang disematkan pada Bandar Udara (Bandara) Rembele Takengon agar tetap dipertahankan.

Alasannya, menurut Nasaruddin nama tersebut menjadi perekat bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Tengah sebagai kabupaten induk dan dua kabupaten bersaudara.

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin berbicara pada forum yang membahas penelusuran dan penulisan sejarah Bandara Rembele, Sabtu, (29/7) di ruang keberangkatan Bandara Rembele. (FOTO/IST)

“Sebagai seorang warga masyarakat Gayo, kami mengharapkan nama Bandara Rembele Takengon tetap dipertahankan karena menjadi perekat bagi masyarakat,” kata Nasaruddin disela forum yang membahas penelusuran dan penulisan sejarah Bandara Rembele, Sabtu, (29/7) kemarin bertempat di ruang keberangkatan Bandara Rembele.

Selain itu, menurutnya nama tersebut juga sudah dibakukan dan disebarluaskan secara resmi oleh Kementerian Perhubungan RI dalam dunia penerbangan nasional maupun international.

“Banyak bandara di daerah lain juga memiliki penamaan serupa, seperti Bandara Iskandar Muda disebutkan nama Banda Aceh walaupun letaknya di Aceh Besar,  karena penamaan ini punya hubungan historis dan sosiologis yang erat,” demikian Nasaruddin.

Pembahasan sejarah Bandara Rembele hari itu dibuka oleh Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan turut dihadiri sejumlah tokoh yang berperan langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan pembangunan dan operasional Bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat dataran tinggi Gayo tersebut. (Hamdani)