Brigjen Pol. (Purn) Wenny Warouw SH.,MH Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra:“Pembubaran Ormas Tidak Mudah”

Brigjen Pol. (Purn) Wenny Warouw SH.,MH Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra

Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) tentang perubahan atas undang undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang organisasi massa (Ormas) menuai pro dan kontra

 

Anggota Komisi III DPR RI, Wenny Warouw menyayangkan Perppu itu keluar tanpa disosialisasikan terlebih dahulu.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang komentar dan tanggapanya, berikut wawancara Abdul Farid dari FORUM dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Brigjen Pol. (Purn) Wenny Warouw SH.,MH di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017. Berikut nukilannya;

 

Apa komentar Anda tentang Perppu pembubaran ormas tersebut?

 

Waduh, panjang ceritanya ini. Hal yang utama adalah saya sesalkan, yaitu harusnya Perppu tersebut disosialisasikab dulu sebelum diteken untuk menjadi Perppu. Seharusnya pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum Perppu itu diteken atau dikeluarkan. Sebab, kalau sudah melalui proses sosialisasi kita bisa mengetahui gejolak apa yang timbul. Jangan cepat cepat begini, Saya khawatir nanti ada reaksi masssa yang menolak.

 

Yang menjadi kekhawatiran saya yaitu kalau reaksi penolakkanya itu massanya besar pihak keamanan bisa menanganinya. Polisi mampu apa tidak. Kita mau melihat reaksinya saja Karena Perppu sudah keluar dan kita tunggu di Komisi III DPR, seperti apa nantinya pembahasan. Karena Perpu tersebut harus diuji lagi di Komisi III nantinya. Kalau substansinya sih saya rasa sudah bagus

 

Menkopolhukam Wiranto (ketiga kanan) bersama Menkumham Yasonna H. Laoly (kedua kiri), Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kanan), Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan), dan Jamintel Adi Toegarisman (kedua kiri) memberi keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (8/5). Pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan berbasis agama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/nz/17.

Perppu pembubaran Ormas tersebut kini menuai pro dan kontra. Apa pendapat Anda?

 

Menurut saya niat pemerintah itu sudah bagus, Cuma menyabut pohon yang akarnya dalam itu tidak gampang, dan harus pelan-pelan baru bisa. Makanya, kalau Perpu tersebut beralasan untuk membubarkan ormas-ormas yang anti terhadap pancasila, anti NKRI, ibarat api langsung disiram mati. Ini urusannya panjang kalau membubarkan suatu organisasi massa apalagi ormas tersebut berbadaan hukum.

 

Kalau prosesnya cepat sih gak masalah. Ibarat api disiram cepat matinya. Itu selesai urusan. Yang menjadi masalah kadang kadang api kita siram tambah berkobar, itu yang harus kita pikirkan secara jernih dan matang. Kalau Perpu ini memicuh kegaduhan baru ya semunya nanti repot, ya Komisi III ikut repot apalagi yang namanya aparat keamanan akan lebih repot nantinya. Jadi intinya menurut saya perpu tersebut sebaiknya disosialisasikan saja dulu.

 

Banyak kalangan menilai bahwa keluarnya Perpu tersebut sebagai bentuk keditataran Pemerintahan Jokkowi_JK. Apa pendapat Anda?

 

Kalau pemikiran seperti itu menurut saya terlalu jauh. Kalau menurut saya pembubaran ormas itu sebenarnya lebih bagus lewat jalur hukum. Lewat proses dan mekanisme hukum itu lebih baik. Kumpulkan berkas kesalahan atau penyimpangan ormas tersebut, terus bagaiaman kiprahnya baru diajukan ke Kejaksaan Agung. Setelah melalui proses di Kejaksaan Agung lalu kemudian di adili di Pengadilan. Jadi menurut saya idelanya pembubaran ormas itu harus melalui proses hukum dan itu langkah yang paling hebat

 

Pemerintah beralasan kalau pembubaran Ormas melalui proses hukum yaitu persidangan akan makan waktu terlalu lama. Apa pendapat Anda?

 

Kalau itu memang alasan pemerintah yaitu pembubaran ormas akan memakan waktu yang terlalu lama itu nanti kita saat rapat dengan Komisi III. Tentu kata Anggota DPR dari Dapil Sulawesi Utara itu alasan alasan pemerintah tersebut akan kita tanya saat rapat kerja antara Komsisi III DPR RI dengan pemerintah. Semua akan kita tanya kenapa Perpu itu keluar. Jadi kita lihat perkembangan disaat rapat dengan pemerintah nanti.

 

Apa harapan dan himbauan Anda terhadap masyarakat umum serta ormas ormas di tanah air?

 

Saya berharap agar ormas ormas mengitu proses ini. Ikut saja prosesnya, karena kata politisi Partai Gerindara itu, ideology negara kita Pancasila, ya ikuti. Jangan ikutin yang lain lain dan jangan ada interfensi atau jangan mau diinterfensi dari luar atau dari negara lain. Perinsipnya jangan mau diadudomba untuk mengkerdilkan bangsa yang sama sama kita cinta dan banngakan ini. Kalau kita sudah bisa diintervensi oleh negara lain, maka itu berbahaya buat kita semua