The Shadow Of Love Film Mahasiswa Kriminologi UI

forumkeadilan.com. Orang Inggris menyebut teori kekerasan dalam rumah tangga dengan violencehousehold theory, bahasa Belanda disebut dengan istilah geweld huishouden theorie, sedangkan dalam bahasa (erman disebut theorie der gewalt in der familie).
Teori tentang penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dikembangkan oleh
Zastrow & Browker. Zastrow & Browker menyatakan bahwa ada tiga teori utama yang
mampu menjelaskan faktor penyebab terjadinya kekerasan, yaitu:
1. Teori biologis;
2. teori frustasi agresi; dan
3. teori kontrol”.

Teori biologis menjelaskan bahwa manusia, seperti juga hewan, memiliki suatu instink
agresif yang sudah dibawa sejak lahir. Teori frustasi agresi menyatakan bahwa kekerasan
sebagai suatu cara untuk mengurangi ketegangan yang dihasilkan situasi frustasi. Teori ini
berasal dari suatu pendapat yang masuk akal bahwa seseorang yang frustasi sering
menjadi terlibat dalam tindakan agresif. Orang frustasi sering menyerang sumber
frustasinya atau memindahkan frustasinya ke orang lain. Teori kontrol menjelaskan bahwa
orang-orang yang hubungannya dengan orang lain tidak memuaskan dan tidak tepat adalah
mudah untuk terpaksa berbuat kekerasan ketika usaha-usahanya untuk berhubungan
dengan orang lain menghadapi situasi frustasi. Teori ini berpegang bahwa orang-orang yang
memiliki hubungan erat dengan orang lain yang sangat berarti cenderung lebih mampu
dengan baik mengontrol dan mengendalikan perilakunya yang impulsif
Teori lain yang menganalisis tentang kekerasan dalam rumah tangga, yaitu teori
feminisme. Teori feminisme merupakan teori yang mengkaji tentang kesetaraan kedudukan
antara laki-laki dan wanita, baik dalam hubungannya dengan rumah tangga maupun dalam
hubungan sosial. Jaggar dan Rothenberg mengemukakan empat kategori teori feminisme.
Dan film The Shadow Of Love mencoba menerjermahkan teori kekerasan ala timur. Istri dari Timur biasanya begitu sabar diperlakukan oleh suaminya, walau pada akghirnya tak tahan juga.
Rohadatul Aisy dan Firmansah memerankan tema ini dengan baik. Storyline yang dibuat oleh Chaterine Christine, Rhoadatul Aisy, dan Yunita Permata Fitri dituangkan dalam bentuk visual oleh cameraman Vanesya Yustirandita.
Film ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kriminologi Visul di Departemen Kriminologi Fisip Universitas Indonesia.
Dosesn Eko Haryanto MSI, Dr. Supriyono B. Sumbogo, dan Nuruddin Lazuardi