Gaya Komunikasi Joko Widodo Dalam Disertasi

Andi Budi Sulistijanto dikukuhkan sebagai Doktor

Forumkeadilan.com. Di balik penampilan sederhana dan tidak pandai retorika, namun Presiden Joko Widodo, merupakan politisi ulung. Dengan mengedepankan sikap kultur Jawa ‘sendika dhawuh’, Presiden RI ke-7 ini juga sangat pandai memenej kepemimpinan dalam pelayanan publik.
Itulah salah satu kesimpulan dari Andi Budi Sulistijanto dalam mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar doktor (S-3) bidang Ilmu Komunikasi. “Namun Pak Jokowi juga harus meningkatkan pendekatan kepada tokoh masyarakat, terutama tokoh agama,” ujar Andi Budi pada acara Sidang Terbuka Promosi Doktor di gedung Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta di gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).
Sidang yang dipimpin Prof DR Kholil menguji secara ilmiah disertasi karya Andi Budi yang berjudul Gaya Komunikasi Politik Jokowi.
Sidang promosi gelar doktor untuk Andi yang berprofesi sebagai dosen, politikus, dan praktisi komunikasi, dihadiri sejumlah undangan dari kalangan keluarga, relasi, dan sejumlah pejabat. Setelah melalui sidang terbuka yang berlangsung dari siang hingga sore, mantan staf khusus DPR-RI periode 2009-2014 dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan.
“Hari ini, persis hari ulang tahunnya (HUT) ke-47, saya ucapkan selamat kepada saudara Andi Budi yang mulai sore ini berhak menyandang gelar doktor,” ujar ketua sidang Kholil didampingi sejumlah penguji antara lain Prof DR KH Aqil Siraj. “Selamat berulang tahun dan selamat atas suksesnya meraih gelar pendidikan tertinggi di bidang komunikasi. Semoga ilmunya dapat didedikasikan kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Andi Budi tampak tersenyum puas setelah dinyatakan lulus sidang dengan predikat cum laude. Andi Budi, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 23 Mei 1970 merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kemudian melanjutkan S-2 sampai lulus di Universitas Mercu Buana. Dia pernah berkiprah di parpol Golkar dan kemudian menjadi staf khusus DPR-RI. Andi Budi yang berpengalaman mengikuti program pertukaran mahasiswa di Malaysia, Jepang, dan lainnya, juga merupakan konsultan komunikasi politik dan kontraktor