Akankah KPK Juga Menciduk Syamsul Nursalim

Syafruddin Temenggung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Temenggung sebagai tersangka.

Penetapan ini terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Setelah terpenuhi dua alat bukti dan sudah dilakukan ekspose, pimpinan dan penyidik sepakat untuk menaikan status ke tahap penyidikan dan menetapkan satu orang sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Dalam penyelidikan, KPK menemukan adanya indikasi korupsi dalam pemberian SKL kepada Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI)  milik tahun 2004.

SKL itu terkait pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh sejumlah obligator BLBI kepada BPPN.

KPK menduga Syafrudin telah menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi, yang telah menyebabkan kerugian keuangan negara.

Menurut Basaria, perbuatan Syafrudin diduga telah menyebabkan kerugian negara sekurangnya Rp 3,7 triliun.

“Soal adanya kick back nanti akan kami lihat dulu. Belum bisa dirinci atau diumumkan saat ini,” kata Basaria.

Syafrudin disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menjadwalkan pemeriksaan kepada mantan Presiden Komisaris PT Gajah Tunggal, Mulyati Gozali untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi‎ penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank BDNI Milik Sjamsul Nursalim tersebut. Namun Mulyati mangkir.

Syamsul Nursalim

 

Tidak hanya Pendiri PT Sababay Industri saja, KPK juga memanggil Deputi Bidang Sistem, Prosedur, dan Kepatuhan BPPN, Jusak Kazan untuk diperiksa sebagai saksi mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung.

‎”Mereka berdua diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAT,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (19/5).

Seperti diketahui, PT Gajah Tunggal merupakan salah satu perusahaan milik Sjamsul Nursalim. KPK pun tengah menelusuri sejumlah aset-aset milik Sjamsul terkait SKL BLBI ini, termasuk PT Gajah Tunggal.

Namun mereka bukan biang dari kasus ini. Di atas mereka masih ada Syamsul Nursalim. pemilik BDNI yang kini entah di mana. Akankah KPK sampai ke Syamsul Nursalim, juga mantan penjabat yang mengambil kebijakan SKL?