12 Ton Daging Beku Impor Diselundupkan Ke Jambi

 

Kapolda Brigjen Priyo Widyanto menunjukkan daging beku (Fhoto- Ikbal)

Forumkeadilan.com. Karena tidak memiliki dokumen Karantina, 12 ton daging beku impor yang diselundupkan ke Jambi, ditangkap Tim Satgas Pangan Subdit I Indaksi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi.

 

Lima belas hari kedepan, tepatnya pada tanggal 26 Mei 2017, umat Islam, memasuki bulan puasa. Para pialang dan piakak, sering memanfaatkan kesempatan untuk

 

mencari keuntungan yang berlipat ganda. Dengan cara memasok berbagai barang illegal.

Sebuah mobil Truck, dengan nomor Polisi. B 9993 FJ yang dikemudikan SZ (39), pada hari Selasa kemarin, (9/5-2017), ketika di kawasan RT 16 Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, disergap oleh Tim Satgas Pangan Subdit I Indaksi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan, Tim Satgas Ditreskrimsus Polda Jambi menemukan sebanyak 12 ton daging beku, terdiri dari jenis daging Sapi, Kerbau dan ayam, yang diangkut oleh mobil Truck, dengan nomor Polisi. B 9993 FJ. Karena SZ, pengemudi mobil tidak bisa menunjukkan surat dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan, SZ dan mobilnya di bawa ke Mapol da Jambi, guna pemeriksaan lebih lanjut.

 

Menurut Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto, kepada Wartawan di Mapolda Jambi, Rabu (10/5). terkait kasus ini. Tersangka pelaku dapat diancam melanggar pasal 31 jo pasal 6 (a) dan (c), pasal 9 UU no 16 th 1992, tentang Karantina hewan ikan dan tumbuhan. Diancam dengan hukuman tiga tahun penjara, dan denda Rp150 juta.

 

Berdasarkan pengakuan tersangka SZ, menurut Kapolda jambi Bridjen Pol Priyo Widyanto mengatakan. Daging beku yang diangkut oleh truk boks freezer dengan nomor Polisi. B 9993 FJ itu berisikan 4,9 ton daging beku kerbau, merk Alana. Impor dari india. 1,1 ton daging beku sapi merk Harvey, asal Australia, 941,04 kg daging sapi dari Selandia Baru dan 5,13 ton daging dada ayam dari Jakarta.
Pelaku SZ kepada penyidik mengaku, baru satu kali melakukan aksi perdagangan daging beku impor tersebut, yang dibawanya dari pelabuhan Tanjung Priok ke wilayah jambi, melalui jalur darat, diangkut dengan menggunakan mobil truk B 9993 FJ, dilengkapi dengan surat keterang an impor asal daging, namun tidak memiliki izin karantina, untuk masuk ke daerah.

Menurut Pelaku SZ, dirinya sebagai Sopir, hanya menerima upah dari seseorang, sebesar Rp5,4 juta. Untuk sekali angkut dari Tanjung Priok ke Jambi. ” Biasanya saya membawa daging beku ayam dari Jakarta, untuk KFC di Jambi,” aku SZ, kepada penyidik Polda Jambi.
Terkait dengan penagkapan daging beku asal India dan Australia oleh Polda Jambi. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jambi, Damiri. “ Daging beku itu halal dan  layak dikonsumsi. Tetapi yang menjadi masalahnya, karena masuknya daging beku itu, tanpa melalui penelitian dan Izin dari Balai Karantina Jambi,” jelas Damiri.

 

Damiri mengakui, Kota Jambi membutuhkan daging beku. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dan hingga saat ini, daging sapi maupun kerbau, masih di pasok dari luar Kota Jambi. “Hingga saat ini masih mengandalkan daging dari luar Kota Jambi, untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ungkap Damiri.

 

Hingga saat ini, tersangka SZ masih dalam pemeriksaan penyidik Polda Jambi, berikut barang bukti berupa 4,9 ton daging beku kerbau import merk Alana dari india, dan 1,1 ton daging beku sapi merk Harvey asal Australia, 941,04 kg, serta daging sapi dari Selandia Baru dan 5,13 ton daging dada ayam dari Jakarta, masih di mobil truk “frezer” yang terletak di Kantor Polda Jambi.

 

Hingga berita ini diturunkan, Tim Satgas Ditreskrimsus Polda Jambi, masih melalukan penda laman dalam kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain, sebagai pelaku yang me-masukkan daging beku impor ke Jambi, tanpa dokumen lengkap.

 

Kapolda Jambi memeriksa daging beku di Polda Jambi

Sebagaimana pengakuan SZ, bahwa dirinya hanya menerima upah mengangkut dan mengantar kan barang, berupa daging beku Impor tersebut. Berarti ada pelaku utamanya (Pemilik Barang) yang merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena tidak membayar retribusi bea masuk, melalui Balai Karantina.

Penangkapan mobil truk “frezer” yang berisikan daging beku Impor ini terungkap, berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa, akan ada transaksi bongkar muat daging impor di salah satu toko dalam Kota Jambi. Diduga, dalam perdagan komoditas daging beku itu, tidak miliki dokumen resmi alias illegal. Setelah diselidiki polisi, pasokan daging beku tersebut tidak memiliki dokumen dan izin resmi dari Balai Karantina hewan di Jambi. (Djohan) Jambi