Perubahan Iklim dan Kelangkaan Sumber Daya Mendorong Terjadinya Konflik Dunia

Duta Besar Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guérend bersama dengan nara sumber lainya dalam diskusi publik bertema "Mengantisipasi Dunia di Bawah Tekanan: Strategi Apa yang Akan Dilakukan Eropa? (FARID/FORUM)
Duta Besar Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guérend bersama dengan nara sumber lainya dalam diskusi publik bertema “Mengantisipasi Dunia di Bawah Tekanan: Strategi Apa yang Akan Dilakukan Eropa (FARID/FORUM)

JAKARTA. – Duta Besar/Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guérend, mengungkapkan, saat ini kita hidup di zaman krisis eksistensial. Negara rapuh dan ruang tidak berpemerintahan menyebar. Banyak negara menderita secara ekonomi, mengalami kerapuhan politik dan energi serta berjuang dengan kemiskinan, pelanggaran hukum dan korupsi.

“Dunia diperparah munculnya terorisme dan kekerasan mewabah di Afrika Utara dan Timur Tengah, dan meningkat juga di Eropa,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Mengantisipasi dunia di bawah tekanan: Strategi apa yang akan dilakukan Eropa?”, di Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Diskusi itu sejumlah mahasiswabdan perwakilan lembaga masyarakat itu diselenggarakan oleh Delegasi Uni Eropa bekerja sama dengan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI). Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut antara lain mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Ketua FPCI Dino Patijalal.

Vincent memparkan, lebih dari 50 juta orang kini mengungsi sehingga menjadi tantangan besar dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Politik identitas berdasarkan latar belakang tertentu memicu perpecahan lama dan baru. Perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya mendorong terjadinya konflik di Asia, Timur Tengah dan Afrika.

Tatanan dunia berubah dengan cepat sehingga menimbulkan ketidakpastian dan keraguan. Sebuah kebangkitan politik nasionalis mempertanyakan model masyarakat yang terbuka serta multilateralisme tradisional.

Disebutkan, Amerika Serikat akan tetap mendominasi kekuatan ekonomi, politik dan militer dunia di masa mendatang. Namun, setelah pemilu baru-baru ini ada pertanyaan tentang arah kebijakan luar negeri AS di masa yang akan datang.

Di antara kekuatan-kekuatan yang baru muncul, ujarnya, China dengan GDP-nya diperkirakan akan segera menyusul Uni Eropa dan Amerika Serikat. China tumbuh dengan cepat, serta jangkauan ekonomi, keamanan dan sosialnya meningkat. “Bagaimana Uni Eropa masuk ke dalam tatanan dunia saat ini? ” tanya Vincent.

Uni Eropa, kata dia, akan tetap merupakan raksasa ekonomi dan aktor global.” Tapi krisis keuangan dan ekonomi serta referendum Inggris telah menimbulkan tantangan serius bagi persatuan Eropa,” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, Eropa sedang berjuang dengan krisis migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya serta kebangkitan nasionalisme, populisme dan rasisme mengancam nilai-nilai inti Eropa.

Menurut Vincent, di tengah dunia yang semakin tidak stabil dan tidak aman ini Uni Eropa telah mengajukan strategi global baru, menggabungkan aspek kebijakan internal dan eksternal, untuk merespon berbagai tantangan, seperti keamanan energi, migrasi, perubahan iklim, atau terorisme. afd

Comments are closed.