Sindikat Penggelapan Mobil Dibeber

mobil-innova-foto-dari-ahs
Polisi terkecoh. Mafia penggelapan mobil kreditan dari showroom beraksi. Modusnya laporan hilang?

SINDIKAT penggelapan mobil kreditan terungkap. Seorang warga, AHS, membeber kasus dugaan penggelapan mobil dengan modus membuat laporan palsu kehilangan. Surat kehilangan itu disinyalir digunakan untuk klaim asuransi.
AHS memaparkan dugaan laporan palsu terkait kehilangan mobil Kijang Innova BK 1598 OD milik MY. Mobil itu sebelumnya dilaporkan MY ke Polsek Delitua dengan bukti lapor LP/1760/K/2015/SPKT Sek-Delta tertanggal 12 Oktober 2015. Dalam laporannya, MY mengaku kehilangan mobil di parkiran depan Masjid Iqbal Jalan Djamin Ginting, Kelurahan Lauci Kecamatan Medan Tuntungan. Mirisnya, MY mengaku kehilangan mobil usai Shalat Dzuhur di masjid tersebut.
“Pengakuannya itu kepada polisi tidaklah benar. Saya memiliki bukti-bukti dan tahu betul kejadiannya,” sebut AHS kepada FORUM Keadilan, Selasa (13/9/2016).
Menurutnya, mobil itu bukanlah hilang melainkan MY menyuruh sopirnya IS untuk membawanya dari parkiran halaman masjid ke Jalan Pelajar Timur Gg Arafah Medan. Kemudian plat polisi mobil itu diduga dirubah dari BK 1598 OD menjadi BK 1039 NG. Bahkan MY disebut-sebut nekat membuat surat keterangan dari Ditlantas Poldasu tanggal 22 Oktober 2015 sesuai surat nomor 26/X/2015/Lantas, tentang proses bea balik nama (BBN) serta STNK ditengarai palsu.
“Bukti-bukti semua ada sama saya. Saya siap buka-bukaan agar menjadi pembelajaran ke depan. Bahkan dia (MY) nekat memalsukan plat mobilnya. Ia sepertinya punya jaringan di Samsat hingga dengan mudah dalam proses BBN dan STNK palsu itu,” bebernya.
Selain itu, MY juga telah merubah warna cat mobilnya di salah satu bengkel di kawasan Jalan Brigjen Katamso/Jalan Avros Kampung Baru Medan. Mobil awalnya warna abu-abu metalik disulap menjadi putih. Sedangkan nomor polisinya diubah kembali menjadi BK 1910 OC. Padahal, BK 1910 OC diketahui merupakan nomor polisi mobil Honda CRV, bukan Kijang Innova.
“Dia (MY) nekat mengubah warna mobilnya di daerah Avros. Lagi-lagi plat mobil itu dirubahnya lagi menjadi BK 1910 OC. Padahal, BK itu merupakan nomor polisi mobil Honda CR-V tahun 2010. Saya memberikan keterangan ini bukan asal bicara. Saya punya saksi yang siap memberikan keterangan. Saya juga punya bukti-bukti kuat,” papar AHS.
Setelah melakukan berbagai macam perubahan, kata AHS, mobil tersebut juga sering digunakan MY di lokasi bengkel perbubutan besi CV SMA di Jalan Pulau Weh, Kawasan Industri Medan I (KIM I) Mabar Medan.
AHS menduga aksi MY itu dilakukannya bekerjasama dengan pihak leasing ACC. Dia disinyalir mengecoh Polsek Delitua dengan modus membuat laporan palsu kehilangan. Tujuannya diduga untuk mendapatkan klaim asuransi. “Saya berharap Poldasu dapat menelusuri dan membongkar serta menangkap pelaku. Saya kira ini sudah seperti sindikat,” tukasnya.
AHS menyesalkan dugaan rekayasa kehilangan mobil itu turut mencemarkan nama baik Masjid Iqbal. Sebab, MY melaporkan mobilnya hilang di parkiran depan masjid yang seakan-akan rumah ibadah umat Islam ini sudah tidak aman. “Kalau menipu jangan bawa-bawa nama mesjid. Nanti kualat dilaknat Allah,” sesal AHS.
Sebelumnya Kapolsek Delitua, AKP Wira Prayatna SH melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan, mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Masih kita selidiki laporan tersebut,” ucapnya.
Iptu Jonathan membantah sangkaan pelapor bekerjasama dengan pihak Polsek Delitua.
“Tidak benar itu. Kasus ini kendalanya saksi, karena kejadiannya saat itu kondisi sepi,” tukas Jonathan.

(Zainul Arifin Siregar)

Comments are closed.