Memoles Kembali Proyek Mangkrak

Presiden Jokowi saat mengunjungi proyek Hambalang yang terbengkalai, Bogor. (foto: Facebook Presiden Joko Widodo)
Presiden Jokowi saat mengunjungi proyek Hambalang yang terbengkalai, Bogor. (foto: Facebook Presiden Joko Widodo)

Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga Hambalang yang dihentikan lantaran kasus korupsi yang menyeret mantan Ketua Partai Demokrat Annas Urbaningrum akan kembali dibangun. Akan rampung 2018 mendatang.

Proyek Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang terbengkalai selama empat tahun akan berubah nasibnya. Setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan laporan hasil audit teknis terhadap proyek Hambalang dan berdasarkan hasil sidang kabinet terbatas pada 2 Mei 2016, pemerintah memutuskan melanjutkan pembangunan proyek Hambalang.

Paling cepat dilanjutkan pada 2018. Saat ini, pelaksanaan proyek dilakukan pada audit teknis atau audit fisik. “Sesuai dengan ratas akan dilanjutkan, tapi 2016 dan 2017 audit teknis. Kapan dilanjutkan, paling cepat 2018,” kata Deputi Empat Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewabroto, Minggu, 4 September 2016, di Hambalang, Bogor.

Selain untuk audit teknis, Gatot mengatakan, alasan proyek tidak dilakukan pada 2016 atau 2017 adalah alasan sumber daya manusia. Penanggung jawab fisik proyek ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat.

Gatot mengatakan satu poin yang harus diselesaikan Kemenpora tahun ini adalah menghitung tingkat penyelesaian proyek Hambalang. Ini dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Saat ini, menurut Gatot, masih ada perbedaan perhitungan antara pihak kerja sama operasi (KSO) yang dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan tim independen.

Perhitungan WIKA dan ADHI adalah penyelesaian proyek Hambalang saat ini mencapai sekitar 53 persen. Sementara menurut konsultan independen proyek yang telah selesai baru sekitar 42 persen. “Dua angka ini harus diselesaikan perbedaannya. Karena negara juga harus menyelesaikan utangnya kepada KSO,” kata Gatot.

Sebelumnya Menteri PU PR Basuki Hadimuljono mengatakan hasil kajian sementara tim independen pakar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mengatakan Hambalang dapat dilanjutkan pembangunannya. Namun dengan sejumlah syarat, antara lain segi geologi,geologi teknik dan gerakan tanah serta aspek bangunan.

Basuki mengatakan selain itu perlu dilakukan penelitian gerak tanah karena Hambalang berlokasi di kawasan jalur lempung Jatiluhur yang bersifat sensitif. “Untuk itu syaratnya dilakukan lagi penelitian gerak tanahnya, mungkin dengan implementernya. Kemudian kita harus cek dulu pondasi bangunan yang lalu,” kata Basuki pada Senin 2 Mei 2016.

Selain itu, tim memberi masukan agar tata saluran air harus diatur dengan baik agar tidak meresap ke dalam kawasan Hambalang. “Presiden memberi waktu kepada kami tuntaskan penelitiannya, tapi tetap dilanjutkan nantinya,” kata Basuki.

Lebih lanjut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pihaknya berharap proyek ini bisa segera dilanjutkan.  “Kami harap 2017 awal segera dilanjutkan kembali,” kata Ari dalam keterangan resmi Kementerian PU, Senin 5 September 2016. Targetnya proyek ini akan rampung pengerjaannya pada 2018 mendatang.

Pada tahap awal, kementerian akan fokus pada konstruksi delapan unit bangunan terlebih dahulu. Hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat mengunjungi proyek tersebut akhir pekan lalu. Sementara Tim Audit Teknis mengajukan 14 unit dari 22 unit bangunan yang dibangun.

Delapan bangunan tersebut antara lain akses jalan, gedung olahraga serbaguna, asrama putra dan putri, asrama yunior putra dan putri, masjid, gedung Sekolah Menengah Atas (SMA), gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta gedung powerhouse (pembangkit listrik).

Total anggaran untuk pembangunan 22 unit gedung ini mencapai Rp 800 miliar. Untuk membangun delapan unit bangunan, pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 550 miliar. Sementara untuk membangun 14 bangunan yang diusulkan tim audit, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 650 miliar. “Untuk awalnya kami perlu Rp 240 miliar untuk sistem drainase dan penguatan pada bangunan,” kata Ari.

Dia juga menjelaskan ada perubahan teknis berupa pengurangan lantai pada bangunan wisma atlet ini. Perubahan ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan di atas tanah yang tergolong rawan dan berpotensi terjadinya longsor. “Tim yang telah menyarankan agar jumlah lantai dikurangi,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses, Wakil Presiden Yusuf Kalla meninjau proyek tersebut Minggu, 4 September 2016, di dampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, memastikan tetap akan digunakan untuk bidang olahraga.

“Audit teknik sudah lengkap dan secara teknis proyek ini bisa dilanjutkan dengan perbaikan-perbaikan. Misalnya, dari hasil audit Kementerian PUPR menyatakan jika proyek bisa dilanjutkan dengan menurunkan bangunan satu tingkat,” kata Kalla.

Menurutnya, tanah di kawasan Hambalang tersebut cukup baik, karena jika jelek, terbengkalai lima tahun seharusnya bangunan dinilainya sudah patah biasanya. Saluran air pun menjadi salah satu hal yang mendapatkan perhatian khusus Wapres untuk dilakukan perbaikan.

Imam mengatakan jika proyek Hambalang ini sudah masuk fase kedua yang akan difungsikan sebagai tempat pendidikan keolahragaan. Menurutnya, ada dua opsi peruntukan yang saat ini sedang ditelaah pihaknya. Opsi pertama yakni menjadikan Hambalang sebagai perguruan tinggu ilmu keolahragaan, institut ilmu keolahragaan, atau fakultas ilmu keolahragaan di bawah Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pasalnya, diakuinya memang Indonesia membutuhkan guru-guru olahraga yang berkompetensi tinggi untuk bisa menemukan bibit-bibit atlet unggul di daerah.

“Lalu, opsi kedua, yakni sebagai lokasi pemusatan kepelatihan atlet-atlet junior ataupun senior jelang perhelatan multicabang olah raga. Dimana nantinya bisa memperkuat Pusat Pelatihan Olimpiade di Cibubur,” imbuhnya. Pihaknya mengaku akan meninjau perkembangannya lebih lanjut kedepannya.

Seperti yang diketahui, sebelum dipastikan peruntukkannya hanya untuk olahraga, Menpora sempat melontarkan ide untuk menggunakan Hambalang untuk pondok pesantren Olahraga. Ide itu terlontar setelah usulan awal untuk menjadikan Hambalang untuk SMP/SMA olahraga ditolak oleh Komisi X DPR RI.

IIEN SOEPOMO

Comments are closed.