Lompatnya Sang Ketua DPC Partai Demokrat

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Batam, Hinca Panjaitan dan Bersama Kader Demokrat Provinsi Kepri dan Batam (M.Agus Fajri)
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Batam, Hinca Panjaitan dan Bersama Kader Demokrat Provinsi Kepri dan Batam (M.Agus Fajri)

Menjabat sebagai DPC Partai Demokrat Kota Batam, namun Walikota Batam hengkang ke Nasdem. Padahal, saat Pilwakot, Partai Demokrat yang menjadi kendaraan politiknya.

Masih lekang dalam ingatan, gegap gempitanya pesta kemenangan politik Pilwako Kota Batam itu baru saja berlangsung. Teriak kumandang jargon-jargon politik dari sembilan partai politik pengusung, seperti berbalas pantun ketika beruntai janji manis terucap dari sang Walikota Batam terpilih, Muhammad Rudi, yang berpasangan dengan Amsakar Achmad, sebagai Wakil Walikota Batam. Semua masih terngiang dan tersimpan rapi di memori para pendukungnya. Satu di antara kesembilan partai pengusung tersebut adalah Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC-PD) Kota Batam, yang malam itu tampak begitu larut dalam kegembiraan. Bukan apa-apa, Muhammad Rudi, adalah kader terbaik Partai Demokrat yang memenangkan Pilwako Batam dengan perolehan suara mencapai 60,3 persen.

Sebelum proses Pilwako Batam dimulai, selain menjabat Wakil Walikota Batam (incumbent), Muhammad Rudi adalah Sekretaris DPC-PD Kota Batam.  Pasca pengumuman sebagai pemenang Pilwako Batam oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, tanggal 22 Desember 2015. Sambil menunggu pelantikan yang diagendakan tanggal 14 Maret 2016 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rudi, ikut meramaikan bursa Musyawarah Cabang (Muscab) DPC – PD Kota Batam, tanggal 22 Februari 2016, di Kota Tanjungpinang. Rudi, akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua, mengantikan Ahmad Dahlan, yang tidak lain adalah Walikota Batam dua periode, atasan Rudi.

Oleh sebab itu ketika beredar kabar hengkangnya Rudi ke Partai Nasional Demokrat,  masyarakat di Kepri, khususnya Kota Batam, seakan mengalami gempa politik yang getarannya hingga ke Jakarta. Manuver Rudi, disikapi proaktif oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD), Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dengan segera mengeluarkan surat keputusan nomor : 54/SK/DPP.DPD/DPC/VIII/2016, tanggal 30 Agustus 2016, tentang pemberhentian dengan tidak hormat Rudi, sebagai Ketua DPC-PD Kota Batam terpilih.

Selanjutnya untuk menghindarti terjadi kevakuman, SBY, mengangkat Sekretaris Jenderal DPP-PD Hinca Panjaitan, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC-PD Kota Batam, dan Bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Prov. Kepri,  Hotman Hutapea, sebagai Plt Sekretaris. Kepada  Hinca, dan Hotman, SBY, memberi tugas khusus untuk segera mempersiapkan pelaksanaan Muscab luar biasa DPC-PD Kota Batam. Penjelasan surat keputusan tersebut sebagaimana disampaikan Sekjen DPP-PD Hinca Panjaitan, kepada FORUM selepas mengadakan rapat konsolidasi dengan kader di ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Batam, Rabu 7 September pekan lalu.

Dalam pernyataan lain Hinca menyampaikan bantahan terkait isu hengkangnya Rudi dari Partai Demokrat disebabkan belum adanya penyerahan SK selaku Ketua DPC terpilih oleh DPP-PD. Menurut Hinca, hal itu hanya persoalan administrasi semata. “Setelah terpilih, sudah menjadi kewajiban Ketua DPC untuk segera menyusun kepengurusan. Sampai sekarang belum ada, dan dia (Rudi), juga pergi tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,” tegasnya.

Selain itu Hinca juga menjelaskan penunjukan dirinya dan Hotman sebagai Plt ketua dan sekretaris DPC-PD Kota Batam oleh SBY, menunjukkan begitu pentingnya peta perpolitikan di Provinsi Kepri.  Oleh sebab itu Hinca sangat berharap kehadirannya bisa memberikan energi yang positif bagi semua pengurus DPC-PD Kabupaten/Kota, dan pengurus DPD-PD Provinsi Kepri. “Episentrum Politik di Provinsi Kepri akan kami gerakkan dari Batam. Partai Demokrat akan mengkritisi pemerintahan, agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik,” bebernya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Plt Sekretaris DPC-PD Kota Batam, Hotman Hutapea, menanggapi pertanyaan FORUM tentang kronologis hengkangnya Rudi dari Demokrat.  Bertempat dikediamannya kawasan Tiban II, Sekupang. Kota Batam, Senin, pekan lalu, Hotman mengatakan awalnya ketika tersiar kabar tentang kehadiran Rudi dalam rapat konsolidasi Partai Nasdem, di Hotel Harmoni One, Batam Center, pada tanggal 28 Agustus lalu, yang dihadiri Anggota DPR RI Dapil Kepri, Drs Nyat Kadir, Wakil Korwil Ibu Horjani Dewati Hutagalung, Ketua DPW Kepri Nurdin Basirun, dan Sekretaris baru DPW Kepri yang selama ini kita ketahui bernama Novrianyah, ternyata sudah berganti dijabat oleh Rudi. Dari pendalaman informasi tersebut akhirnya dapat diketahui bahwa SK pengangkatan Rudi sebagai Sekretaris DPW Partai Nasdem Prov. Kepri, sejak tanggal 4 Agustus 2016, ditanda tangani oleh Surya Paloh.

Menurut Hotman dari sisi politik kepindahan Rudi ini adalah hal biasa,  jadi sah saja. Siapapun berhak menentukan sikap atau jalan politik yang akan dia ambil. Banyak masyarakat yang sudah mengetahui awal karir politik Rudi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai anggota DPRD Kota Batam. Dewi  Fortuna kemudian berpihak kepadanya ketika terpilih sebagai Wakil Walikota Batam, berpasangan dengan Ahmad Dahlan, sebagai Walikota Batam terpilih untuk kedua kalinya, Walikota Batam Ahmad Dahlan, adalah Ketua DPC-PD Kota Batam, partai penguasa dan partai pemenang pemilu 2010. Selanjutnya, tidak salah kalau kemudian Rudi menerima pinangan Achmad Dahlan untuk mendampinginya sebagai sekretaris DPC-PD Kota Batam. Rudi, akhirnya hengkang dari PKB.

Namun sesuatu hal yang biasa dalam politik, kata Hotman, ternyata bisa berbalik menjadi hal luar biasa di  mata masyarakat Kepri, khususnya Batam, terutama dari para pendukung Rudi itu sendiri. Berbagai komentar dan pertanyaan dari masyarakat mulai dari yang positif, kenapa pindah lagi, bukankah Demokrat bukan partai kecil, kenapa kita ditunggalkan, hingga berubah menjadi ajang pelampiasan untuk mencaci maki, dan sumpah serapah di media sosial.

Reaksi masyarakat wajar mengingat euphoria pesta kemenangan politik tersebut baru mereka rasakan seumur Jagung, sehingga untuk  menagih janji politik Rudi pun belum terpikirkan. Tidak salah juga kalau mereka mengklaim terbangunnya karir politik Rudi saat ini sebagai Walikota Batam 2016-2021, tidak terlepas hasil kerja keras mereka bersama partai Demokrat sebagai pengusung utama pencalonannya, sebab Rudi adalah kader Demokrat.

Ketika dimintakan pendapat hal mendasar apa yang melatar belakangi kepindahan Rudi,  bisa jadi kata Hotman faktor eksternal dil uar kepartaian yang membuatnya hengkang ke Nasdem. Sebab kondisi Partai Demokrat saat ini baik internal maupun eksternal sangat terkoordinir dan rapi. Saat ini tidak ada lagi faksi-faksi, semua sudah clear. Mekanisme partai tidak ada istilah jalan tol, semua harus berjenjang. Jadi tidak ada persoalan.
Begitu juga apabila dikaitkan dengan kalkulkasi pakem politik seperti untuk di DPRD Provinsi Kepri, keterwakilan Nasdem hanya 4,4 persen, berbanding telak dengan Demokrat 15,5 persen. Nasdem punya 2 kursi, Demokrat 7 kursi, sehingga ada keterwakilan Demokrat di pimpinan dewan. Begitu juga di DPRD Batam, Nasdem 4 kursi. Demokrat 5 kursi. sehingga ada keterwakilan kita di pimpinan Dewan Batam. Dari hitung-hitungan pakem politik dapat dikatakan kalkulasinya sumir.

“Kalaupun boleh saya berandai-andai, kepindahan Rudi dari Demokrat sebatas untuk mendapatkan garansi kenyamanan dari sisi politik terkait dengan jabatannya sebagai Walikota Batam, sebagaimana saat ia pindah dari PKB ke Demokrat. Mungkin, dengan bergabung di Nasdem, untuk sementara dapat membuat Rudi merasa aman dan nyaman. Sehingga lebih memiliki ketenangan dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Batam, karena Nasdem bagian dari partai berkuasa, silakan saja,” kata Hotman. Namun, kalau hal itu menjadi permasalahannya sebagai sahabat yang pernah sama-sama satu partai seharusnya Rudi hadapi saja, kenapa harus takut dan mundur.

Terakhir kata ketua Fraksi Partai Demokrat Provinsi Kepri ini, kejadian ini sebatas membuat kita kaget, serta rasa sesal kenapa etika politik Rudi langgar. Ia baru terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPC- PD Kota Batam. “Kami sebatas kaget dan sesal saja. Logika politiknya, seharusnya kalau ada niat pindah partai seharusnya Rudi tidak perlu mengikuti suksesi di DPC-PD Partai Demokrat Kota Batam, hanya membuang energy dia, dan para kader Partai Dmokrat di Kepri, khususnya Batam. Ditambah lagi main pergi saja,” ketus Hotman.

MUHAMMAD AGUS FAJRI (Batam)

Comments are closed.