Pengadilan Tinggi Jakarta Bersama Peradi Lantik Advokat

foto

Jakarta. Forumkeadilan.com–  Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Made Rawa Aryawan mengingatkan kepada para advokat agar terus selalu meningkatkan keahlian dan kemampuannya dalam menangani perkara yang dihadapi oleh sang klien. Hal itu diutarakan Made usai melakukan pengangkatan dan pengambilan sumpah atau janji advokat wilayah hukum Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Selasa (9/8).

Made mengatakan, peningkatan kualitas advokat penting karena dari waktu ke waktu kuantitas advokat semakin tak bisa dibendung dan memunculkan persaingan antar sejawat. “Yang unggul dapat posisi yang lebih baik,” sebut Made usai melantik ratusan advokat yang difasilitasi PERADI kepengurusan Juniver Girsang

Berbeda halnya dengan adovkat, Made menilai, kesempatan belajar lebih sulit dilakukan oleh hakim lantaran selain menangani perkara yang menumpuk. Setiap hakim masih dihadapkan dengan segudang tugas birokrasi yang menjadi tanggung jawabnya sehari-hari sebagai aparatur pengadilan.

Made berharap, dengan semakin banyaknya advokat yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalankan profesi, sejalan juga dengan kembalinya kepercayaan masyarakat dengan hukum melalui pengadilan. Caranya, advokat mesti dapat menyusun pertimbangan hukum yang baik untuk ‘disodorkan’ kepada majelis hakim yang memeriksa perkara tertentu.

Tak cukup bisa menyusun pertimbangan yang baik, advokat wajib berkontribusi manakala misalnya perkara yang dihadapi klien ternyata belum ada satupun regulasi yang mengaturnya. Di situ, advokat dituntut sekaligus diuji profesionalitasnya. “Advokat bisa bangun kaidah hukum baru agar hukum tidak berjalan di tempat. Ini kontribusi utama dari advokat,” pesannya.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI, Juniver Girsang dalam sambutannya memperkenalkan salah soeroang sosok advokat yang tergolong cukup senior yang dilantik bersama dengan ratusan advokat lainya. “Beliau hari ini sudah sempurna diambil sumpahnya setelah berkarya hampir 40 tahun. Hadir di tempat bersama dengan PERADI, bapak Fred Tumbuan,” ujar Juniver seraya meminta Fred Tumbuan untuk berdiri.

Selepas pernyataan itu, suasana mendadak ramai lantaran tak menyangka di antara advokat yang baru akan terjun ke dunia kepengacaraan, terselip sejumlah advokat senior yang ternyata baru ikut disumpah setelah beberapa lama menjalani profesinya itu. Lebih lanjut, Juniver mengungkapkan, bahwa pemilik nama lengkap Frederik BG Tumbuan merupakan sosok yang begitu membekas bagi pribadi Juniver. Bahkan, ia tak sungkan menyebut rekan sejawatnya itu sebagai ‘guru dalam profesi advokat’.

Bagaimana tidak, selama puluhan tahun, Fred telah malang-melintang khususnya sebagai konsultan hukum. Tak cuma sebagai konsultan, nama besar Fred cukup dihormati di antara kalangan profesi kurator dan pengurus termasuk sempat menjabat sebagai salah satu pimpinan PERADI saat Otto Hasibuan masih menjadi pimpinannya. “Saya masih baru belajar jadi advokat, saya sudah dengar pemikiran-pemikrian beliau,” Imbuh Juniver.

Fred bukanlah satu-satunya advokat senior yang diambil sumpahnya hari ini. Juniver mengungkapkan bahwa ada belasan advokat yang tergabung dalam Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI) juga mengikuti pengangkatan dan sumpah advokat. Meskipun tak lebih senior seperti Fred, sepak terjang advokat, baik anggota ataupun pengurus AKHI tak bisa disepelekan.

“Selain anggota AKHI, juga sejumlah pengurus dari Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) yang juga ikut serta untuk diangkat sumpahnya”, ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut, Juniver berpesan agar advokat tidak boleh saling mencercak. “Kita tidak boleh saling mencerceak, harus saling mendukung bagaimana penegak hukum yang baik dan benar supaya masyakarakt melihat dan menilai bahwa advokat betul betul menjadi pilar penegak hukum yang terdepan”, tegas Juniver

Juniver menegaskan kembali , bukan menjadi  penghambat penegakkan hukum. “Sekali lagi saya sampaikan bukan menjadi penghamabat penegakkan hukum, sekarang keasannya bahw advokat adalah bagian dari penghambat penegakkan hukum”, tuturnya

Saya tegaskan di bawah pkepememimpina saya tidak adal lagi istilah itu yang kita harus terima . tetapi kita harus bertanggung jawab menyakatakan kita adalah penegak hukum dan bertanggung jawab terhadap penegagkan hukum tersebut.AF

Comments are closed.