Bara di Sekeliling Toba

Hutan Di Desa Sikodo Kodon (Istimewa)
Hutan Di Desa Sikodo Kodon (Istimewa)

Ribuan hektar hutan di sekitar Danau Toba terbakar. Akibat puntung rokok?. Ratusan hektar hutan di bukit-bukit sekeliling Danau Toba membara. Api membakar ribuan hektar kawasan lindung itu sejak Minggu hingga Selasa pekan lalu. Sumber api disebut-sebut dari puntung rokok dan bakaran sampah perladangan penduduk.

Hutan yang terbakar berada di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba yakni Tanah Karo, Dairi, Simalungun, Humbang Hasundutan, Samosir, Tobasamosir dan Tapanuli Utara. “Hutan yang terbakar mencapai ribuan hektar,” ucap pegiat lingkungan dari Samosir, Wilmar Simanjorang, Minggu pekan lalu.

Kebakaran terparah berada di Kabupaten Karo. Pemerintah setempat mengerahkan dua unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang menjalar di Gunung Sipiso-piso Desa Sikodon-kodon, Tongging hingga Desa Sibolangit. Api juga merambat dari Desa Silalahi Kabupaten Dairi. Bahkan, kobaran api turut terpantau marak di Kabupaten Simalungun, Samosir, Tobasamsir, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Menurut Kabid Pembinaan dan Pelestarian Dinas Kehutanan Karo, Peranoto Ginting, ada tiga titik area yang terbakar. Titik pertama di Desa Hoppoan terdeteksi sejak 28 Juni. Menyusul titik kedua di Desa Tongging , Sikodon-kodon hingga mendekati air terjun Sipiso-piso yang terdeteksi 29 Juni. Sedangkan titik ketiga di Silalahi, Dairi, terdeteksi 30 Juni. Api terus menjalar kemana-mana. “Penyebab kebakaran diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan. Mungkin juga akibat sengaja membakar ilalang sampah perladangan,” sebut Peranoto Ginting.

Ratusan personil TNI dan polisi bekerja ekstra memadamkan api di perbukitan Danau Toba. “Indikasi kebakaran diduga berasal dari pengunjung yang melintasi wilayah Danau Toba. Namun, kami belum bisa memastikan dan belum bisa mengambil langka tegas terhadap orang yang diduga membakar hutan,” kata Dandim 0205/TK, Letkol Inf Agustatius Sitepu didampingi Danyon 125/Simbisa Mayor Robinson.

Hal senada diuraikan Manager Geo Area Samosir Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Theodora Sihotang. Menurutnya, kebakaran terjadi setiap tahun. Kebakaran di bawah tebing diduga disengaja oleh warga. “Kebakaran kadang merembet ke atas bukit, diduga karena banyak orang membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.

Kalangan DPRD Sumut meminta Pangdam I/BB, Kapoldasu dan BNPB Sumut segera turun tangan mengatasi kebakaran hutan di kawasan perbukitan Danau Toba yang semakin meluas. “Kebakaran di kawasan Danau Toba, seperti di Karo, Simalungun, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Taput dan Kabupaten Tobasamosir harus segera dipadamkan. Kita berharap Pangdam I/BB, Poldasu maupun BNPB dan Dinas Kehutanan Sumut segera turun tangan mengatasi kebakaran hutan ini,” tegas Ketua FP Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop.

Kebakaran ditengarai sebagai gerakan yang ingin “mengganggu” rencana pemerintah membuat Danau Toba menjadi Badan Otorita. Gerakan ini bermanuver seolah-olah pelakunya adalah masyarakat. “Kita melihat ada gerakan dengan mengkambinghitamkan masyarakat untuk mengganggu jalannya Badan Otorita. Oknum tertentu melakukan scenario melakukan pembakaran-pembakaran di sejumlah titik untuk menarik perhatian berbagai pihak, sehingga timbul aksi protes terhadap rencana Badan Otorita,” tandas anggota F-PDI Perjuangan DPRD Sutrisno Pangaribuan.

Gubsu HT Erry Nuradi mendesak tujuh bupati di kawasan Danau Toba untuk segera memadamkan api. “Harus segera dipadamkan agar api tidak melebar,” kata Erry.
Ia juga meminta Dinas Kehutanan tanggap mengantisipasi kebakaran. “Saat ini musim panas, tentu para personil Polhut di kawasan Danau Toba bisa lebih tanggap. Jika memang ada yang sengaja membakarnya, pelakunya dapat segera ditangkap dan diproses secara hukum. Kita harus saling koordinasi, dan proaktif memantau titik-titik api itu,” tegas Erry.

Zainul Arifin Siregar

Majalah FORUM Kdeadilan Edisi No.11, tanggal 18 Juli 2016

Comments are closed.