Melengkapi Berkas di Masa Akhir Tahanan

Jessica Kumala Wongso (foto: Regina/Okezone)
Jessica Kumala Wongso (foto: Regina/Okezone)

Berkas perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang tewas setelah meminum kopi dinyatakan lengkap. Jessica batal menghirup udara bebas.
Perjalanan panjang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin memasuki babak baru. Berkas perkara Jessica Kumala Wongso yang sempat bolak-balik antara penyidik Polda Metro Jaya dan jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akhirnya dinyatakan lengkap.

Seperti yang disampaikan Kejaksaan Tinggi DKI melalui Asisten Pidana Umum M Nasrun, pihaknya memastikan status berkas perkara Jessica sudah lengkap atau P21. Kasus tersebut sudah bisa diajukan ke pengadilan untuk segera disidangkan. Keputusan ini diambil tepat dua hari sebelum masa penahanan Jessica di Polda Metro Jaya habis pada 28 Mei 2016 mendatang. Bila lewat dari hari itu, maka Jessica bisa saja keluar dari tahanan, walau tetap berstatus tersangka.

“Setelah berkas perkara kami terima kembali, kemudian berkas perkara kita teliti seksama oleh jaksa peneliti. Telah dinyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap yaitu P21,” kata Nasrun kepada wartawan. Saat dikonfirmasi mengenai alat bukti apa saja yang sudah dipenuhi, Nasrun enggan menjelaskan. Ia hanya menyebut bahwa alat bukti yang dipenuhi sesuai petunjuk kejaksaan. “Yang jelas petunjuk sesuai yang diberikan penyidik,” kata Nasrun.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo, mengatakan, secara umum, alat bukti yang sudah lengkap antara lain keterangan saksi, keterangan ahli, barang bukti dan keterangan tersangka. Mirna tewas setelah minum es kopi vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 lalu. Ketika itu, ia sedang bersama dengan dua temannya, Jessica dan Hani.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan, kopi yang diminum Mirna mengandung racun sianida. Polisi telah menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus pembunuhan itu pada Jumat (29/1/2016) malam, dan menangkap dia keesokan harinya, Sabtu (30/1/2016) pagi.
Lalu bagaimana reaksi Jessica? Tim kuasa hukum mengaku kaget setelah mendengar berkas kliennya akhirnya dinyatakan lengkap  oleh Kejati DKI. Sebab sebelumnya tim kuasa hukum menilai polisi telah salah dalam menetapkan Jessica sebagai tersangka di kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu.

“Kita bukan syok lagi. Kan kuasa hukum di penyidikan ini hanya bisa mendampingi, tidak ikut masuk pemberkasan, pengiriman dan segala macem itu kan hasil penyidikan jelas,” jelas Hidayat Bostam selaku kuasa hukum Jessica kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 26 Mei 2016.

Hidayat tidak bisa berkomentar banyak soal kliennya yang akan segera disidangkan itu. Namun, pihaknya menyatakan siap memberikan pembelaan bagi kliennya itu. “Keterangan lain kita tidak bisa lihat. Kita pasif dan hanya berbicara di media. Untuk kasih pendapat pun tidak bisa. Yang bekerja itu penyidik dan kejaksaan. Bolak-balik (berkas) itu hal yang biasa. Jessica sempat menangis mendengar kabar ini,” ungkapnya.
“Jelas keluarga shock, kaget. Dari tanggal 29 Januari ditetapkan tersangka dan tanggal 30 ditahan, 20 hari tambah 40 hari, tambah 30 hari, tambah 30 hari, gimana enggak shock? Jessica saja shock. Ini mungkin masih nangis-nangis,” ucapnya lagi. Sebelumnya pihaknya cukup optimis bila Jessica akan bebas demi hukum. “Tapi setelah last minute seperti ini dinyatakan P21,” ucapnya.

JULIE INDAHRINI? FORUM

Jalan Panjang Menuju P21
•    Jumat 19 Februari 2016 : Polisi menyerahkan berkas perkara Jessica ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk pertama kalinya. Polisi mengklaim sudah menemukan banyak alat bukti dan keterangan untuk mendukung dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang dilakukan oleh Jessica.
•    Rabu 24 Februari 2016 : Kejati DKI menyatakan berkas perkara Jessica dikembalikan ke penyidik. Tim Kejati menilai, ada beberapa hal yang belum lengkap sehingga butuh perbaikan. Jaksa kemudian memberikan beberapa petunjuk tambahan.
•    Senin 7 Maret 2016 : Polisi melakukan gelar perkara dengan mengundang sejumlah pakar untuk melengkapi berkas perkara. Salah satunya adalah Prof Sarlito Wirawan yang terkenal sebagai psikolog. Tak hanya itu, Jessica juga kembali diperiksa oleh penyidik.
•    Senin 21 Maret 2016 : Berkas perkara Jessica kembali dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Tebal berkas mencapai 30 centimeter. Polisi menegaskan, sudah memenuhi semua petunjuk jaksa yang disampaikan dalam pengembalian berkas sebelumnya.
•    Selasa 29 Maret 2016 : Kejati DKI kembali mengumumkan berkas Jessica akan dikembalikan ke penyidik Polda Metro Jaya. Ada poin yang kurang lengkap, terutama tentang cara Jessica memasukkan sianida ke kopi Mirna.
•    Rabu 22 April 2016 : Berkas perkara Jessica kembali diserahkan ke kejaksaan. Polisi mengklaim menemukan bukti baru yang bisa memperkuat dugaan pembunuhan yang dilakukan Jessica terhadap Mirna.
•    Rabu 27 April 2016 : Masa penahanan Jessica diperpanjang 30 hari lagi. Sebelumnya, Jessica sudah ditahan selama 80 hari. Batas akhir penahanan Jessica akan habis pada 28 Mei 2016.
•    Sabtu 30 April 2016 : Kejaksaan Tinggi DKI menyatakan berkas kasus Jessica Kumala Wongso belum lengkap dan harus diperbaiki lagi. Meskipun demikian, konstruksi kasus pembunuhan dengan racun sianida ini mulai terbaca.
•    Senin 9 Mei 2016: Polisi kembali melengkapi berkas Jessica. Petunjuk jaksa soal menambahkan keterangan ahli racun (toksologi) dari luar sudah dipenuhi.
•    Rabu 18 Mei 2016 : Menjelang masa penahanan Jessica Kumala Wongso yang habis tanggal 28 Mei, Kejati DKI masih meminta polisi untuk melengkapi berkas perkara dalam dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dalam petunjuknya, jaksa meminta agar penyidik melampirkan surat dari pemerintah Australia, yakni surat jawaban dari Asisten Sekretaris Kantor Bantuan Hukum Timbal Balik dan Ekstradisi Australia, sesuai dengan surat dari Direktur Central Authority dan Hukum Internasional Kemenkum HAM RI No. AHU.5.AH.12.07-54 tanggal 27 April 2016.
•    Kamis, 26 Mei 2016 : Berkas dinyatakan lengkap.

Comments are closed.