Kamar Maut Artidjo

Artidjo Alkostar (Abdul Farid/FORUM)
Artidjo Alkostar (Abdul Farid/FORUM)

Ada kisah tahun 2013. Bunyinya, mantan Bupati Buol, Amran Abdullah Batalipu,  mencabut permohonan kasasi yang sudah diajukannya kepada Mahkamah Agung (MA). Semula Amran yang sudah divonis 7,5 tahun oleh pengadilan judex facti atau pengadilan fakta di tingkat pertama dan banding ini mengajukan kasasi. Nemun ketika mengetahui sidang kasasi akan dipimpin oleh Artijdo Alkotsar, tim kuasa hukum Amran mencabut permohonan kasasinya.

Nama Artidjo Alkostar tampaknya salah satu yang saat ini menjadi alasan kuat para terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mencabut permohonan kasasi. Hakim Agung yang memimpin kamar pidana di Mahkamah Agung ini memang sejak dulu dikenal sangar dalam menjatuhkan hukuman baik untuk perkara narkoba maupun perkara tindak pidana korupsi. “Begitu berkas kasasi masuk ke kamarnya, berarti maut,” bisik seorang penasehat hukum kepada Forum.

Soal terakhir ini memang bukan omong kosong. Sudah banyak contoh betapa mautnya ketokan palu Artidjo. Salah satu yang merasakannya adalah Angelina Sondakh. Mantan putri Indonesia yang kemudian masuk kancah politik dan bergabung dengan dari Fraksi Partai Demokrat ini pada 20 November 2013 silam diperberat hukumannya oleh Artidjo dari sebelumnya 4 tahun 6 bulan menjadi 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp 500 juta.

Yang paling mengejutkan, Anggie – begitu Angelina akrab disapa keluarganya – tak saja diperberat pidana penjaranya, tapi juga dikenakan pidana pengganti kerugian negara yang sebelumnya tak dikenakan pengadilan pertama dan banding serta juga ‘alpa’ juga dituntut Komisi Pemberantasan Korupsi. Artidjo tanpa tedeng aling-aling menjatuhkan pidana pembayaran uang pengganti senilai Rp12,58 miliar dan 2,35 juta dollar AS (total sekitar Rp27,4 miliar).

Putusan tersebut diketok Artidjo dengan anggota MS Lumme dan Mohammad Askin. Angie dijerat Pasal 12 a UU Pemberantasan Tipikor. MA membatalkan putusan Pengadilan Tipikor dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menyatakan Angie melanggar Pasal 11 UU Tipikor terkait kasus korupsi Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Putusan Artidjo pada Anggie ini pula yang ‘konon’ membuat permohonan kasasi terhadap perkara Neneng Sri Wahyuni, isteri mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, akhirnya dicabut. Perkara Neneng yang sebelumnya sudah diajukan kasasinya ke MA tiba-tiba dibatalkan.
Kamar Artidjo memang maut. Anas Urbaningrum, Irjen Joko Susilo, dan Luthfi Hasan Ishaq adalah tiga terpidana yang merasakan kerasannya palu Artidjo. Hanya empat bulan dalam tahun ini saja, 7 terpidana kasus korupsi diperperat hukumannya oleh majelis hakim yang dipimpin Artidjo. Angka ini naik dari tahun-tahun sebelumnya.

Hamdani/FORUM

Majalah FORUM Keadilan Edisi No.01, Tahun XXV, tanggal 25 April – 01 Mei 2016

Comments are closed.