Peluncuran Perdana acara GreenTalk di Berita Satu TV.

PRESENTER YANG JUGA AKTIVIS LINGKUNGAN, IRMA HUATABARAT BERPOSE BERSAMA PARA PENDUKUNG ACARA YANG DIANTARANYA JUDIANTO HASAN, WAKIL PRESIDEN MASYARAKAT KONSERVASI DAN EFISIENSI ENERGI INDONESIA (FOTO ISTIMEWA)
PRESENTER YANG JUGA AKTIVIS LINGKUNGAN, IRMA HUATABARAT BERPOSE BERSAMA PARA PENDUKUNG ACARA YANG DIANTARANYA JUDIANTO HASAN, WAKIL PRESIDEN MASYARAKAT KONSERVASI DAN EFISIENSI ENERGI INDONESIA (FOTO ISTIMEWA)

Jakarta- GreenTalk  sebuah TV Talk Show yang membahas isus-isu terkait Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang sedang marak disimak dan dibahas di dunia,  disiarkan perdana di Berita Satu, sejak Minggu 28 Februari 2016 lalu. Acara tersebut disiarkan mulai pukul 20.00-20.30 wib.

Program berdurasi 30 menit ini menampilkan nara sumber terpercaya dari segenap pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, pengusaha dan tokoh masyarakat, dipandu oleh Irma Hutabarat, seorang presenter senior yang mumpuni dan juga berkiprah di bidang lingkungan dan konservasi sumber daya alam.

Program ini digagas oleh Jon Respati, tokoh Energi Terbarukan yang kini menjadi Ketua Masyarakat Konsevasi dan Efisiensi Energi Indonesia ( MASKEEI). Green Talk akan disiarkan setiap 2 minggu sekali pada jam sama di Berita Satu. Hal tersebut disampaikan oleh Irma Hutabarat kepada FORUM Kamis pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Irma Hutabarat yang juga aktif sebagai aktivis lingkungan menjelaskan bahwa Mentri ESDM Sudirman Said menjadi narasumber pertama pada EPISODE Perdana GreenTalk. “Yang dalam wawancara Greentalk, antara lain menguraikan komitmen konkrit Pemerintah untuk menjadikan sumber Energi Bersih sebagai sumber utama dalam sistem kelistrikan Indonesia”, ungkap Irma
Berbagai kebijakan telah dan sedang disiapkan untuk mendukung realisasi komitmen itu. Sudirman Said juga membicarakan tentang   acara Bali Clean Energy Forum ( BCEF) di Nusa dua Bali yang sukses diselenggarakan oleh Kementerian ESDM tanggal 11-12 Januari 2016 yang lalu.  Sudirman Said : “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka karena dalam suasana harga minyak bumi yang rendah kami membahas percepatan pengembangan energy bersih.

“Ternyata justru ditanggapi secara  luar biasa oleh peserta dan exhibitor yang berjumlah lebih dari 2500 perserta”, tutur Irma menyampaikan ungkapan Menteri ESDM ketika acara itu berlangsung. Terkait dengan komitmen Pemerintah tentang percepatan pengembangan Energi Bersih, Indonesia melakukan langkah strategis dengan meluncurkan pendirian Bali Clean Energy Center of Excellence (BCOE).  Intitusi ini diinspirasi oleh keberadaan National Renewable Energy Laboratory (NREL) yang didirikan oleh Kementerian Energy Amerika Serikat  di Boulder, Colorado, AS, yang telah melahirkan inovasi-inovasi penting dalam pengembangan dan pemanfaatann energi terbarukan di dunia.

Untuk mengoperasioan BCOE akan di bangun Fasilitas  yang disediakan oleh Pemprov Bali, dan akan direkrut tenaga-tenaga  ahli Indonesia,  termasuk mereka yang saat ini berkiprah di manca negara. Salah satu sasaran yang diharapkan dapat dicapai oleh BCOE adalah membuat 90% sistem kelistrikan di Bali dipasok oleh energi bersih dan terbarukan, a.l.merubah PLTD 200MW diganti dengan bahan bakar Gas Alam yang lebih bersih.
Menurut Sudirman Said, papar Irma, di ajang BCEF juga telah terjadi kesepakatan  bisnis dan investasi sebesar 47 triliun Rp, antara lain untuk energy  surya,  angin dan geothermal, dan capaian lain terkait BCEF adalah penanda tanganan deklarasi “Misi Bali Untuk Energi Bersih” yang di tanda-tangani  oleh perwakilan resmi dari  21 negara.

Menteri ESDM mengharapkan acara media GreenTalk ini mampu mendukung upaya pemerintah dalam rangka percepatan program Energi Baru dan Terbarukan dan program Konservasi dan Efisiensi Energi di Indonesia.

Green Talk  diharapkan menjadi ajang komunikasi yang efektif diantara para pemegang kepentingan dalam rangka Pembangunan Berkelanjutan. Sementara itu Penggagas Green Talk , Jon Respati mengharapkan Green Talk akan berhasil menggugah dan memberi inspirasi kepada masyarakat untuk memikirkan, membahas dan melakukan sesuatu yang positif untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals—SDG) yang telah disepakati bersama di PBB pada bulan September 2015, menjelang diselenggarakannya COP 21 di Paris, Perancis akhir tahun ini.

Presenter Green Talk, Irma Hutabarat mengatakan bahwa  beragam topic dan nara sumber yang kompeten telah disiapkan untuk digelar dalam Acara Dwi Mingguan ini  di Berita Satu. Irma, yang juga pegiat lingkungan mengatakan bahwa acara ini mengajak masyarakat untuk hidup dengan ramah lingkungan dan lebih hijau,  melalui antara lain  upaya-upaya konservasi energi, air dan lahan, agar kita lebih menghargai alam dan mampu merawat dan menjaganya menuju kepada keberlanjutan bagi manusia dan semesta.

Terkait  isu energi yang dibahas dengan Menteri ESDM di GreenTalk Episode Perdana, Irma  mengingatkan masyarakat bahwa walaupun harga enegi fosil  sedang dalam kondisi rendah,  kita tidak boleh lengah apalagi bersuka cita. Kita ketahui energy fosil merupakan energi yang tidak dapat di perbaharui, sehingga kita harus memulainya sekarang untuk berangsur menggantikannya dengan Energi Bersih.
Acara peluncuran Green Talk, yang diselenggarakan di Joglo Solo di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan itu didukung oleh Berita Satu, MASKEEEI, dan Ikatan Alumni UI itu telah berhasil menggalang banyak pihak yang bersemangat mendukung diselenggarakannya Green Talk, bahkan ada yang mengusulkan agar Green Talk diadakan sekali seminggu.

Berbagai tokoh Akademisi, Komunitas Lingkungan, Pelaku Usaha dan Pemerintahan yang hadir di acara “Green Talk OffAir” antara lain Wakil Ketua Umum MASKEEI Juianto Hasan, Pimpinan KADIN Bidang EBT-LH, Roosdinal Salim, tokoh entrepreneur sosial Bambang Ismawan,  Kepala Badan Keamanan Laut Laksdya TNI Dessy Mamahit, dan beberapa tokoh dari  Kementrian Terkait Acara “Green Talk Offair” diselengarakan dengan sederhana tapi  memberikan kesan yang mendalam bagi para yang hadir. Art Director Aming Rachman yang mejadi pemimpin acara  itu, mangharapkan bahwa  acara “Green Talk OffAir ini akan diselenggarakan secara periodic di masa mendatang sejalan dengan siaran-siaran Green Talk di Berita Satu.

Comments are closed.