Pemusnahan 110 Kg sabu Barang Bukti Sabu Dalam Genset Dimusnahkan

 

BNN musnahkan 110 Kg Barang Bukti Sabu (Dok Humas BNN)
BNN musnahkan 110 Kg Barang Bukti Sabu (Dok Humas BNN)

Jakarta, Februari 2016. Untuk ketiga kalinya di tahun 2016, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana Narkotika. Barang bukti tersebut didapat dari pengungkapan empat kasus Narkotika. Total barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebesar 110.444,1 gram sabu. Sebelumnya BNN menyisihkan 148,5 gram sabu guna uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Dengan begitu total barang bukti yang dimusnahkan adalah sebanyak 110.295,6 gram sabu. Dengan dilakukannya pemusnahan barang bukti ini, diperkirakan sebanyak 552.220 orang terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. Adapun kronologis keempat kasus tersebut adalah sebagai berikut :

97.155,8 gram sabu dalam genset

Kasus terbesar yang berhasil diungkap adalah penyelundupan 97.155,8 gram sabu asal Guangzhou, Cina ke Indonesia, 27 Januari 2016 lalu. Bekerjasama dengan International Law Enforcement agency, BNN berhasil mengamankan 294 unit genset berisi sabu yang dikirim ke Indonesia melalui pelabuhan di Semarang. Aksi ini dikoordinir oleh pria WN Pakistan berinisial R. Dalam menjalankan aksinya, R bekerjasama dengan D (WNI), yang bertempat tinggal di Jepara, untuk menyelundupkan barang tersebut melalui jalur laut. Setibanya di Semarang, barang tersebut dipindahkan ke gudang PT. Jeparaya milik D.

Rencananya sabu tersebut akan kembali diedarkan ke seluruh Indonesia dengan disembunyikan di dalam meubleair. Sindikat ini diduga dibiayai oleh seorang berinisial KM (WN Pakistan) yang juga terlibat kasus TPPU kejahatan Narkotika dengan tersangka BOB (WN Nigeria) yang tertangkap di Jakarta beberapa waktu lalu.

Atas perbuatannya tersangka terjerat Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sabu 3.039,1 gram dalam gulungan kain

Penyelundupan sabu dari negeri tirai bambu kembali digagalkan. Bekerjasama dengan Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, BNN berhasil mengamankan paket mencurigakan yang didalamnya terdapat 18 gulungan kain berisi 3.039,1 gram sabu. Pada paket tersebut tertera nama pengirim, Zhang Hang dari kota Ghuangzou, Cina, dan ditujukan kepada Fitriani Dewi di Bekasi. Petugas melakukan penelusuran dan tidak menemukan nama dan alamat yang tertera pada paket. Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas BNN.

Paket berisi 8.654,2 gram sabu asal Cina

Kasus ketiga adalah ditemukannya paket mencurigakan yang lagi-lagi dikirim dari negara Cina ke Indonesia melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT). Pada paket tersebut tertera nama penerima Erni Yati (DPO) dengan alamat Jalan Wendana Sawah Besar, Jakarta. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut dan menemukan 7 buah ACCU yang didalamnya terdapat 8.654,2 gram sabu. Pengembangan dilakukan, namun nama dan alamat yang tertera pada paket tidak dapat ditemukan. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

BNN amankan dua kurir wanita pembawa 1.595 gram sabu dari Malaysia

Dua orang kurir wanita berinisial DS dan SA diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda, Surabaya, Kamis 04 Februari 2016 lalu. Keduanya terbukti membawa 1.595 gram sabu yang direkatkan pada pakaian dalamnya. Sabu tersebut diterbangkan dari Malaysia untuk kemudian diserahkan kurir lainnya di Indonesia. Kepada petugas DS dan SA mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial CR.

Humas BNN

Comments are closed.