Wawancara Ary Yusuf Amir

Ary Yusuf Amir (Dok Pribadi)
Ary Yusuf Amir (Dok Pribadi)

Ary Yusuf Amir, Kuasa Hukum Pasangan Ridwan-Rohidin:
“Libatkan Lawyer sejak awal proses pilkada”
Kompleksnya aspek hukum dalam pilkada, menuntut kemampuan yudisial tim kuasa hukumnya. Apalagi jika mereka terlibat sejak pada tahap pra pemilihan, tahap kampanye dan pemilihan, serta pada tahap pasca pemilihan. Belum lagi jika calon yang didampingi itu menjalani proses hukum berupa perselisihan hasil pemilihan yang diteruskan ke meja persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam perbincangan di kantornya Rabu 20 Januari 2016, Lantai 15 Grand Rubina International di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, advokat Ari Yusuf Amir, mengatakan bahwa setiap daerah yang selama ini ditanganinya sebagai konsultan hukum calon yang mengikuti pemilihan, selalu memiliki situasi dan latar permasalahan yang berbeda. “Oleh karena itu seni menangani kasus yang muncul pun akan berbeda-beda. Meski pun tahapan pemilihan yang kita pantau sama,” jelasnya. Ari dan tim kuasa kuasa hukumnya memang berpengalaman mendampingi calon kepala daerah dan memenangkan pilkada di banyak daerah, antara lain di Kota Palembang dalam Pemilihan Walikota, di Papua, di Kaltim dan di Sumatera Selatan dalam Pemilihan Gubernur, dan yang terakhir di Bengkulu juga dalam Pemilihan Gubernur 2015 lalu.
Berikut ini wawancara Sofyan Hadi dengan Ary Yusuf Amir, kuasa hukum Gubernur-wakil Gubernur terpilih Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah , di Jakarta Rabu 20 Januari 2015:
Apa yang dipermasalahan oleh pasangan incumbent sehingga mendaftarkan gugatan ke MK?

Dalam menangani perkara pilkada memang idealnya lawyer itu terlibat langsung semenjak awal pemilihan. Bahkan kalau bisa dari mulai persiapan kampanye, kampanye, penghitungan suara dan mendampingi persidangan di MK. Idealnya lawyer itu diikutkan dari awal.
Kenapa lawyer diikutsertakan dari awal?
Agar mencegah permasalahan-permasalahan hukum di kemudian hari. Kalau misalnya di tingkat pendaftaran hingga pelaksanaan kampanye, disitu banyak terjadi black campaign, money politic dan sebagainya. Kalau memiliki lawyer maka dia akan mendapat guide atau panduan untuk menghindari hal-hal yang akan dipermasalahkan oleh pihak lawan. Bagaimana nanti permasalahan-permasalahan yang mempunyai resiko dalam menghadapi keterpilihannya.
Selain itu juga lawyer menyiapkan atau memantau pihak lawan melakukan kesalahan-kesalahan apa saja. Lawyer bisa mengumpulkan bukti-bukti, dokumen terkait. Sehingga jika peserta kalah, pihak yang kalah ini bisa menggugat pihak pemenang tersebut. Untuk itu tim dari Kantor Ari Yusuf, Singajuru dan Patners sejak jauh hari telah menyiapkan segala sesuatunya itu dari awal saat mendaftarkan sebagai pasangan calon hingga di persidangan MK.
Strategi ini sudah kami lakukan di berbagai pilkada Provinsi Papua, Provinsi Sumsel, Provinsi Kaltim dan beberapa kabupaten. Dari sekian lama berkecimpung dalam urusan pilkada, kami merumuskan bagaimana solusi lawyer. Sehingga dengan rumusan inilah membuat kami sebagian besar gugatan di MK di kabulkan. Walaupun kami kalah dalam pemilihannya, tetapi kami bisa menang di persidangan MK-nya
Dalam permasalahan ini apa yang dipersoalkan?
Dalam Pilgub Bengkulu tahun 2015 kami sebagai pemenang. Lawan kami adalah tim dari incumbent. Kami menang hampir lima belas persen selisih suara di Provinsi Bengkulu.
Mengapa bisa menang sedemikian rupa?
Karena kami menggunakan strategi. Kami tahu titik lemah hukumnya apa dengan apa. Aparat setempat bagaimana dengan polisi, KPU, KPUD, teman-teman di pengawas pemilu. Kami tahu permasalahan-permasalahan itu kemudian kami mencari solusinya. Sekarang ketika pihak incumbent menggugat kami dengan mudah mematahkannya. Sebab semua dokumen sudah lengkap sejak awal. Semisal incumbent menggunakan jasa Yusril Ihza Mahendra. Incumbent mempermasalahkan tentang suatu permasalahan dan dilaporkan ke DKPP. Kami bisa menjelaskan, bahwa yang dilaporkan ke DKPP itu bukan pasangan kami melainkan penyelenggara anggota KPU-nya. Kalau ada pelanggaran money politic bukan di kami. Kami optimis pasti menang dan gugatan incumbent ditolak oleh MK.
Apa saja permasalahan pilkada di berbagai daerah?
Permasalahan pilkada di berbagai daerah itu, salah satunya adalah tidak ada rasa puas. Karena mereka sudah habis tenaga, biaya dan mereka kalah. Sehingga mereka menganggap masih ada peluang terakhir atau harapan di MK ini. Oleh karena itu saya katakana perlu sekali dalam setiap pilkada itu sudah didampingi lawyer sejak awal. Karena pilkada ini pasti akan bermuara ke MK. Kalau lawyer ikut sedari awal lebih mudah membuat gugatan maupun jawabannya, karna sudah mengetahui sejak awal pilkada
Dari pengalaman Anda mengikuti berbagai proses pilkada, apa yang bisa disimpulkan?
Yang paling penting adalah kita bisa membimbing klien kita agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. itu paling penting. Karena misalnya jika ada pelanggaran-pelanggaran hukum itu, peserta pilkada akan kalah di MK. Kita juga mengantisipasi pihak lawan apa saja pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. Kalau tidak mengikuti sedari awal, kita hanya katanya, tapi tidak mempunyai buktinya. Tetapi kalau kita ikut dari awal bukti-bukti itu sudah bisa dihimpun. Karena kadang-kadang tim sukses ini, bukan berlatar belakang hukum dan hanya mengetahui lawan bermain curang. Tetapi tidak memegang bukti. Hanya omongan dan tidak bisa dibuktikan dipersidangan.
Apakah ada dari para peserta pilkada mengikuti cara Anda?
Ada beberapa calon-calon itu. Apakah gubernur, walikota atau bupati menggunakan cara saya ada juga. Tetapi banyak sekali mereka lebih pada tim sukses dibidang hukum saja. Karena mereka tidak mempunyai pengalaman beracara di MK atau di tempat lain. Sehingga tidak mengetahui bekal apa yang harus disiapkan. Saran saya sedari awal mereka menggunakan lawyer. Agar setelah selesai proses pilkada, bukti-bukti serta saksi, saksi sudah siap semua.
Anda mendapat inspirasi dari mana?
Saya mendapat inspirasi ini dari pengalaman di lapangan. Kita sudah beberapa kali menangani perkara pilkada dan merasakan sekali. Misalnya mereka tidak mempunyai lawyer sedari awal saat akan membuktikan sesuatu kita kesulitan. Karena ketika bicara dipersidangan tidak bisa katanya, harus ada bukti, harus ada saksi. Untuk itu dipersiapkan segala sesuatunya sedari awal. Ketika memasuki persidangan klien kita kadang melakukan banyak kesalahan. Yang menurut hukum perbuatan itu adalah salah. Sehingga fatal akibatnya dipersidangan. Tetapi kalau mengikuti sejak awal lawyer sudah bisa mengarahkannya agar tidak melanggar hukum. Sehingga saat Anda menang dibatalkan di MK.

Comments are closed.