Rizal Ramli Buka Pertemuan Tingkat Tinggi Habitat III Asia-Pacific Regional Meeting

Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli (tengah) bersiap berfoto bersama delegasi negara Habitat III Asia Pasific Regional Meeting di Jakarta, Rabu (21/10/2015).//Liputan6.com
Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli (tengah) bersiap berfoto bersama delegasi negara Habitat III Asia Pasific Regional Meeting di Jakarta, Rabu (21/10/2015).//Liputan6.com

Jakarta – Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono; Secretary General of UN Conference on Housing and Sustainable Urban Development  Joan Clos; Executive Secretary of Unescap Ahamshad Akhtar; Taufik Widjoyono, Sekretaris Jendral Kementerian PUPR membuka Habitat III Asia-Pacific Regional Meeting di Jakarta, Rabu (21/10).

Pertemuan yang berlangasung di Jakarta pada 12-22 Oktober 2015 ini diikuti delegasi dari 27 negara kawasan Asia-Pacific guna membahas tentang perumahan dan pembangunan perkotaan berkelanjutan Indonesia memiliki visi untuk meningkatkan kerja sama, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan meningkatkan produktivitas nasional, kesejahteraan melalui pengembangan permukiman yang layak dan berkelanjutan untuk semua dalam kondisi lingkungan yang baik.

Sehingga Indonesia berkomitmen untuk menjadi tuan rumah pertemuan Tingkat Tinggi Habitat III Regional Meeting Asia-Pasifik akan dengan tujuan untuk membahas urbanisasi berkelanjutan terhadap agenda kota baru. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, komitmen dan kemitraan terhadap inklusif, aman dan berkelanjutan kota dan pemukiman manusia.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono mengatakan, di Quito (Ekuador) nanti dalam penyusunan agenda baru perkotaan di Habitat III, isu yang akan diangkat oleh regional Asia Pasific adalah bagaimana kota lebih ramah terhadap warganya.

“Penduduk perkotaan itu lebih besar daripada penduduk pedesaan, sementara kota itu harus menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua usia tetapi juga kebetulan menjadi mesin penggerak ekonomi, sehingga peran kota menjadi kompleks ke depan, satu sisi menjadi tempat tinggal yang nyaman, berkualitas, dengan infrastrukturnya, disisi lain juga harus produktif,”tutur Andreas.

Farid/FORUM

Comments are closed.