Deklarasi PERADI, Untuk Advokat Yang Lebih Baik

Ketua DPN Peradi, Juniver Girsang didampingi Sekjennya Hasanuddin Nasution bersama Ketua DPN Peradi Luhut M.P. Pangaribuan bersama Sekjennya Sugeng Teguh Santoso (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Ketua DPN Peradi, Juniver Girsang didampingi Sekjennya Hasanuddin Nasution bersama Ketua DPN Peradi Luhut M.P. Pangaribuan bersama Sekjennya Sugeng Teguh Santoso (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta- Pada hari ini, Jumat 9 Oktober 2015 bertempat di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, advokat yang tergabung dalam organisasi PERADI pimpinan Juniver Girsang dan PERADI pimpinan Luhut Pangaribuan bertemu untuk melakukan penandatangan deklarasi. Meski tidak tanpak, ketua KAI (Kongres Advokat Indonesia) juga telah menyepakati deklarasi bersama.

Deklarasi yang dibacakan oleh Sugeng Teguh Santosa, Sekjen Peradi versi Luhut Pangaribuan berisi, pertama Badan Sertifikasi Advokat Indonesia yang bertujuan untuk menstandarisasi kemampuan para advokat. Kedua, membentuk Dewan Kehormatan Advokat yang akan menjaga marwah para advokat.

Ketiga membentuk Komisi Pengawas Bersama Advokat Indonesia. “Komisi ini bertujuan agar para advokat memegang teguh kode etik yang ada dalam menjalankan tugasnya,” kata Teguh.

Lahirnya deklarasi ini bukan tanpa dasar. Pertimbangannya adalah Undang-undang Advokat nomor 18 Tahun 2003. Lalu putusan Mahkamah Konstitusi terkait sumpah advokat di Pengadilan Tinggi. Dan surat Mahkamah Agung melalui surat Ketua MA Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015. Yang intinya menyatakan bahwa Ketua Pengadilan Tinggi memiliki kewenangan untuk melakukan penyumpahan terhadap advokat yang memenuhi syarat dari organisasi manapun.

“Lahirnya keputusan itu menjadi momentum dan menjadi pemecah masalah yang selama ini terjadi. Ini membuktikan pemerintah memperhatikan penegakan hukum lahir keputusan MK dan MA. Badan Sertivikasi Advokat Indonesia ini nantinya akan menjadi tempat bagaimana pendidikan dan kualifikasi bagi advokat kita susun dan itu harus dimiliki oleh advokat,” kata Juniver Girsang Ketua DPN PERADi dalam sambutannya.

Juniver yang didampingi sekjen Hasanudin Nasution dan pengurus DPN lainnya seperti Harry Pontoh menyambut gembira deklarasi yang dihadiri puluhan advokat dan juga advokat-advokat senior seperti Fred Tumbuan. “Kita ingin advokat selalu kompak dan bersatu,” kata Juniver yang disambut dengan tepuk tangan para advokat yang hadir.

Sementara itu, Luhut Pangaribuan menjelaskan, perpecahan yang terjadi sekarang ini tidak lepas dari Muktamar di Makasar. “Peradi adalah organisasi yang baik, namun karena kekuasaanlah yang menyebabkan Peradi menjadi seperti ini. Penyelenggaraan Muktamar di Makasar adalah pekerjaan DPN tapi seakan-akan menjadi pekerjaan Ketua Umum. Yang kemudian memutuskan secara sepihak muktamar dihentikan tanpa meminta pendapat pengurus DPN lainnya yang hadir.”

Luhut sengaja mengajak semua untuk mengingat peristiwa itu. “Advokat adalah pelayan masyarakat dan organisasilah yang menjebatani itu agar advokat bisa dengan baik memberikan pelayanan. Kami semua di sini ada untuk mengabdi dan bukan mencari kekuasaan,” tutupnya.

Farid/Forum

Comments are closed.