Vonis Harta Karun Soeharto

HM Soeharto/Getty Images
HM Soeharto/Getty Images

Berapa sebenarnya kekayaan yayasan-yayasan yang didirikan dan dipimpin Soeharto dan keluarganya. Juga dari saham yayasan-yayasan itu yang tertanam di berbagai perusahaan di Indonesia?

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh George Junus Aditjondro pada tahun 1998 yang dapat dibaca di dunia maya. Pertanyaan tidak untuk dijawab pembaca, melainkan untuk mengawali tulisan Aditjondro tentang belantara yayasan dan bisnis keluarga Soeharto. Dan Aditjondro sendiri tidak dapat menjawabnya. Sebab kekayaan yayasan-itu tumpang-tindihnya dengan kekayaan keluarga Soeharto, yang bertumpangtindih pula dengan kekayaan sejumlah keluarga bisnis yang lain, misalnya tiga keluarga Liem Sioe Liong, keluarga Eka Tjipta Widjaya, dan keluarga Bob Hasan. Nama-nama kelompok  konglomerasi tersebut menurut Aditjondro adalah operator bisnis keluarga Soeharto.

Berapa jumlah kekayaan Yayasan Supersemar, salah satu yasasan Soeharto, juga sulit diketahui. Yang pasti, yayasan teresebut harus membayar Rp. 4,4 triliun kepada negara setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) Kejaksaan Agung.

Terjadi perdebatan tentang bagaimana negara menarik uang tersebut bila ternyata kekayaan Yayasan Supersemar tidak sampai Rp. 4,4 triliun. Ada yang mengatakan bahwa anak-anak Soeharto selaku ahli waris harus mencukupinya. Lalu jika memang demikian, apakah mereka memilki kekayaan sebanyak itu?

Uang Rp. 4,4 triliun adalah jumlah yang sangat besar bagi kebanyakan orang Indonesia. Namun bagi keluarga Soeharto mungkin sedikit saja. Sebab menurut media asing kekayaan keluarga Soeharto berjumlah miliaran dollar. Majalah Time pernah menyebut 15 miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 18 triliun dengan kurs sekarang. Sementara majalah  Newsweek menyodorkan angka fantastis, yakni 40 miliar Dollar As atau setara dengan sekitar Rp. 50—Rp. 60 triliun dengan kurs sekarang.

Jadi jika yang ditulis majalah Time benar, terlebih bila yang lebih akurat adalah Newsweek, Rp. 4,4 triliun adalah soal sepele bagi mereka.

Hamdani/Forum

Comments are closed.