TNI AL Dirikan Pangkalan Utama Angkatan Laut XII untuk Bentengi Perairan Wilayah Laut Kalimantan Barat

Melaksanakan foto salam komando seusai upacara, dari kiri: Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiqoerrochman M., S.E., Komandan Lantamal XII Kolonel Laut (P) Heru Santoso, M.Si., Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dan Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi. (Foto: Dispenal)
Melaksanakan foto salam komando seusai upacara, dari kiri: Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiqoerrochman M., S.E., Komandan Lantamal XII Kolonel Laut (P) Heru Santoso, M.Si., Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dan Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi. (Foto: Dispenal)

Jakarta, 7 Agustus 2015,— Guna membentengi perairan di wilayah Kalimantan Barat dari segala macam bentuk ancaman, gangguan, dan hambatan yang dapat mengancam keselamatan Negara, TNI AL mendirikan Pangkalan Utama TNI AL XII sebagai pangkalan baru melalui peningkatan status dari yang semula Pangkalan Kelas B (Lanal Pontianak) menjadi Pangkalan Utama TNI Angkata Laut (Lantamal) XII.  Upacara peresmian berlangsung di Lapangan Mako Lantamal XII Pontianak, dan bertindak selaku inspektur upacara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.

Peningkatan kelas Pangkalan TNI AL Pontianak menjadi Pangkalan Utama  TNI Angatan Laut XII Pontianak didasari Perpang TNI No.12 tahun 2015 tanggal 9 Juni 2015 tentang Pengesahan Validasi Organisasi dan Tugas Lantamal XII Pontianak, Lantamal XIII Tarakan, dan Lantamal XIV Sorong. Peningkatan kelas ini juga didasari Peraturan Kasal Nomor 3  tahun 2015 tanggal 30 Juni 2015 tentang Peningkatan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kelas B Pontianak Menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XII.

Pada kesempatan tersebut dilantik pula Kolonel Laut (P) Heru Santoso, M.Si. menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL XII (Danlantamal XII) Pontianak  menggantikan pejabat lama Komandan Lanal Pontianak Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi. Kolonel Laut (P) Heru Santoso, M.Si. yang promosi bintang satu ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pendidikan (Dirdik) Komando Pengembangan TNI AL (Kobangdikal) di Surabaya, sedangkan Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Menurut Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. peningkatan status Lanal Pontianak menjadi Lantamal XII  diharapkan dapat menambah gelar pangkalan TNI Angkatan Laut yang ideal guna meningkatkan dukungan logistik serta administrasi bagi unsur-unsur TNI Angkatan Laut yang beroperasi di perairan wilayah barat khususnya Alur Laut Kepulauan I (ALKI) I dan wilayah Provinsi Kalimantan Barat. “Perairan di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya seperti di Laut Natuna dan Perairan Kepulauan Riau, selain memiliki potensi kekayaan sumber daya laut melimpah juga menjadi sasaran para pelaku illegal fishing maupun pencurian sumber daya lainnya. Perairan ini pun memiliki potensi kerawanan konflik perbatasan maritim dengan negara tetangga serta memiliki potensi tindakan kejahatan maritim lintas negara lainnya, maka menjadi suatu konsekuensi logis perlunya peningkatan status Pangkalan TNI Angkatan Laut di Pontianak,”  kata Kasal.

Peningkatan status ini diikuti oleh naiknya kelas jabatan tampuk pimpinan di satuan tersebut, yang tadinya seorang pamen berpangkat kolonel menjadi perwira tinggi bintang satu. Sebanyak 1.300 personel ditargetkan menjadi bagian penguatan personel Lantamal XII Pontianak. Sebelumnya, saat berstatus Lanal, hanya diawaki oleh 280 personel.

Selain itu pembangunan Markas Komando (Mako) Lantamal XII Pontianak sendiri direncanakan dimulai pada tahun 2016 mendatang, disertai pula dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya seperti, pembangunan Mako Lanal Sambas, Mako Lanal Ketapang, perumahan bagi para personel dan penembatan satu Batalyon Korps Marinir di Mempawah. Dengan peningkatan status ini, maka konsentrasi penjagaan wilayah perairan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga akan lebih maksimal. “Dengan peningkatan status ini, maka konsentrasi penjagaan wilayah perairan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga akan lebih maksimal,” tegas orang pertama di jajaran TNI AL tersebut.

Hadir pada upacara tersebut Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, M.H., Ketua DPRD Kalbar M. Kebing, Walikota Pontianak Sutarmidji, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, pejabat utama Mabesal dan para Pangkotama TNI AL, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Toto Rinanto S., Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiqoerrochman M., S.E., Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto M. Si., Ketua Umum Jalasenastri Ny. Endah Ade Supandi beserta pengurus PP Jalasenastri, serta para pejabat sipil dan militer, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Bertindak selaku Komandan Upacara, Letkol Laut (P) Hariyo Poernomo, S.E, M.M. yang jabatan sehari-harinya sebagai Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Kepri.

Kasal juga menambahkan, terealisasinya peningkatan status Pangkalan TNI Angkatan Laut Pontianak ini, tidak terlepas dari dukungan dan bantuan Gubernur beserta seluruh jajaran Pemda Kalbar, khususnya walikota Pontianak, jajaran satuan TNI/Polri, instansi terkait dan segenap lapisan masyarakat di wilayah Pontianak. “Untuk itu, atas nama TNI Angkatan Laut, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, disertai harapan semoga bantuan dan dukungan serta koordinasi maupun kerja sama yang selama ini terjalin, dapat terus dipelihara dan ditingkatkan pada masa mendatang,” harap Kasal.

Benteng Samudera Wilayah Perairan Kalimantan Barat

Wilayah kerja Lantamal XIIl Pontianak terletak di Provinsi Kalimantan Barat yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan dan berada pada corong strategis  Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I serta berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. Perairan ini memiliki kerawanan pelanggaran hukum di laut yang meliputi pelanggaran wilayah, illegal fishing, illegal logging, peredaran obat-obatan terlarang dan perdagangan manusia. Peran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XII Pontianak sangatlah vital dalam mendukung ketahanan operasional KRI dan Pesud dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di wilayah Laut Cina Selatan.

Dalam pencapaian tugas pokok TNI AL, peran pangkalan sangatlah penting karena operasi laut tidak akan berjalan dengan optimal tanpa diimbangi oleh aspek dukungan yang baik dan memadai dari sebuah pangkalan. Guna menempatkan kedudukan yang proporsional, maka peran maupun fungsi pangkalan sebagai tempat pemangkalan, pembekalan, penyelenggaraan, pemeliharaan  dan perbaikan unsur-unsur operasional TNI Angkatan Laut serta perawatan personel (dikenal dengan 5 R: Rebase, Replenishment, Repair, Rest, and Recreation) terus dikembangkan kemampuannya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka Lanal Pontianak ditingkatkan statusnya dari Pangkalan Kelas B (Lanal) menjadi Pangkalan Utama (Lantamal). Kedudukan Lantamal XII merupakan  kepanjangan tangan dari Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) dan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).

(Forum/ Dispenal)

Comments are closed.