PERADI Akan Terus Berkontribusi Pada Penegakan Hukum

Ketu Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Juniver Girsang memberikan keterangan kepada wartawan di acara Halal bi Halal Peradi di Jakarta. Dalam acara Halal Bihalal dengan tema "Menyatukan Kembali yang Terserak"      (FOTO/FARID/FORUM)
Ketu Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Juniver Girsang memberikan keterangan kepada wartawan di acara Halal bi Halal Peradi di Jakarta. Dalam acara Halal Bihalal dengan tema “Menyatukan Kembali yang Terserak” (FOTO/FARID/FORUM)

Jakarta, Senin 10 Agustus 2015, hari ini Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Advokat Seluruh Indonesia (PERADI) menyelenggarakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus maupun anggota PERADI di Hotel Pullman, Jakarta Pusat. Nampak pengurus yang hadir, Ketua Umum DPN PERADI Juniver Girsang, Wakil Ketua Umum : Harry Ponto, Luthfi Hakim, Sekretaris Jenderal : Hasanuddin Nasution, Bendahara Umum : Tini Nuraini Alim, dan pengurus lainnya. Sedangkan anggota, tak hanya datang dari Jakarta tapi juga dihadiri perwakilan pengurus daerah PERADI yang menghangatkan suasana Halal Bihalal dengan tema “Menyatukan Kembali yang Terserak”.

Selain pengurus, tampak tokoh-tokoh antara lain Teguh Samudera, Prof Luhut Pangaribuan, Indra Sahnun Lubis SH, Prof Romli Atmasasmita, leonard Simorangkir, Denny Kailimang, Hendardi, Indra Safitri, Hotma Sitompul, dan juga terlihat anggota Komisi III Junimart Girsang dan Masinton Pasaribu serta Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Abbas Said.

Dalam kesempatan itu, Juniver mengatakan acara halal bihalal ini merupakan saat yang tepat untuk saling memaafkan, dengan begitu ikatan dan kerjasama antara sesama advokat akan semakin baik. “Halal bihalal ini harus menjadi momentum rekonsiliasi. Advokat harus bersatu, karena perpecahan dan perselisihan bukan hanya merugikan diri kita sendiri sebagai advokat tetapi juga akan berdampak pada masyarakat,” ujarnya. Juniver menegaskan, kepemimpinannya bukanlah semata-mata untuk mengejar jabatan, tetapi untuk rekonsiliasi Organisasi PERADI seutuhnya.

Persatuan advokat sangat diperlukan mengingat tantangan dan problema dunia hukum semakin pelik. “Advokat sebagai bagian dari penegak hukum harus bisa berkontribusi bagi penegakan hukum di tanah air. Kalau kita bersatu makan kita bisa berkontribusi pada negeri ini,” lanjunya.

Dunia hukum, kata Juniver, harus mendapat perhatian lebih. Kasus tertangkapnya OC Kaligis menjadi keprihatinan bagi dunia advokat. ”
“Kami PERADI sangat prihatin atas kasus itu namun kita hormati proses hukum yang berjalan, karena OC Kaligis juga sedang melakukan upaya hukum atas case yang membelitnya,” ujar Juniver.

“Peran organisasi advokat harus dimaksimalkan agar dalam bekerja advokat bisa memegang teguh kode etik yang telah diatur oleh organisasi,” sambung Juniver.

Juniver berharap, kasus OC Kaligis menjadi kasus terakhir dan tak ada lagi advokat yang terbelit persoalan hukum lantaran melanggar kode etik maupun hukum positif yang berlaku di tanah air.

Lalu, ketika wartawan bertanya soal pasal tentang penghinaan presiden yang saat ini tengah ramai dibicarakan, PERADI berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku. “Jika memang pemerintah mengajukan kembali, ya biarkan prosesnya berjalan di DPR. Semua ada aturannya. Kita tidak bisa menolak atau mendukung karena dalam dunia hukum tidak ada dukung mendukung atau sebaliknya,” ujarnya.

Juniver menegaskan, menghina presiden sebagai Kepala Negara tentu sangat tidak pantas. “Namun jika kita mengkritik kebijakan tentu itu tidak masuk dalam penghinaan,” pungkasnya.

Farid/Forum

Comments are closed.