Maluku Jadi Laboratorium Kebersamaan TNI dan Polri

Kapolda Maluku, Brigjen Pol. Murad Ismail salam Komando dengan Pejabat Lama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Wiyarto dan Pejabat Baru, Mayjen Doni Monardo (detik.com)
Kapolda Maluku, Brigjen Pol. Murad Ismail salam Komando dengan Pejabat Lama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Wiyarto dan Pejabat Baru, Mayjen Doni Monardo (detik.com)

Ambon – Mantan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Wiyarto terkesan dengan kerjasama dengan Polda Maluku selama ini. Dia menilai Polda Maluku sebagai laboratorium Polda yang bagus dan bisa dicontoh.  Wiyarto menjadi Pangdam Pattimura hanya selama 6 bulan 12 hari. Selama itu, dia merasakan sinergitas antara TNI, Polri dan Pemprov Maluku berjalan dengan baik.  Aparat bersama-sama dan bahu membahu menciptakan ketertiban dan keamanan Maluku, yang belasan tahun lalu pernah terjadi konflik.

Sinergi antara TNI dan Polri, kata Wiyarto, tidak lepas dari kepemimpinan Kapolda Maluku Brigjen Pol Murad Ismail.  “Soliditas dan kebersamaan TNI dan Polri selama ini menjadi laboratorium yang baik, Polda Maluku bisa jadi contoh. Ini tak terlepas dari kepemimpinan Kapolda Maluku,” kata Wiyarto saat menyampaikan sambutan penerimaan Mayjen Doni Monardo sebagai Pangdam Pattimura di halaman di halaman Markas kodam Pattimura jalan, Jl. Makodam No 1, Ambon, Jumat (7/8/2015).

Dalam upacara ini, Brigjen Pol Murad Ismail hadir bersama jajaran perwiranya. Murad sudah menjadi Kapolda Maluku selama 2 tahun.
Wiyarto berharap kemesraan antara TNI dan Polri serta dengan Pemprov Maluku bisa terus berlanjut. “Jangan sampai kita terpancing dan terprovokasi,” kata Wiyarto.

Seusai upacara, Wiyarto mengaku konflik antara TNI dan Polri nyaris tidak ada. Selama ini Wiyarto juga telah bersikap tegas terhadap aparat TNI yang bikin ulah seperti sering minum minuman keras dan mabuk-mabukan.  “Miras dan mabuk-mabukan ini sering jadi sumber konflik,” ungkap Wiyarto kepada wartawan.

Mayjen Doni Monardo juga memberikan penilaian yang sama. Baru satu hari berada di Ambon, Doni sudah bisa merasakan soliditas dan harmonisasi antara TNI dan Polri, dan ini tidak terlepas dari kepemimpinan dua sahabatnya itu (Wiyarto dan Murad).  “Tidak salah kalau Maluku menjadi laboratorium kebersamaan TNI dan Polri. Kita akan terus pelihara di masa selanjutnya,” timpa Doni.

Doni akan terus berusaha meningkatkan soliditas antara TNI dan Polri serta jajaran pemerintah daerah sebagai program utamanya.  “Makanya kita biasakan untuk 3 S (senyum, sapa, salam)  dan hilangkan 3 M (marah, melotot, memukul),” kata Doni sambil menunjuk sebuah baliho di halaman Kodam Pattimura.  Baliho itu bertuliskan dalam bahasa Ambon: Katong samua bersaudara. Jangan biking 3 M (marah melotot memukul), tapi  Biking 3 S (senyum, sapa, salam).

 Farid/detik.com

Comments are closed.