PASAR SEMI MODERN KEMBALI MENUAI PROTES

Pasar "Kite" Sungailiat (radarbangka.co.id)
Pasar “Kite” Sungailiat (radarbangka.co.id)

Bangka . Pembangunan pasar semi modern sungailiat  yang sudah rampung pada Desember 2014 dan diresmikan oleh Gubernur Bangka Belitung beberapa waktu lalu.Seharusnya sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Sungailiat khususnya dalam kenyamanan melakukan kegiatan jual beli namun kenyataannya malah terus  menuai protes dari para pedagang, mulai ventilasi udara, kondisi bangunan dan ubin yang terpasang sudah banyak yang rusak sampai ke masalah toilet yang diduga tidak menggunakan spiteng.

Para pedagang ini banyak yang mengeluh terhadap pembangunan ” pasar kite ” yang sudah masuk dalam pasar semi modern ini seperti kondisi ubin yang sudah banyak terlepas dan pecah, bahkan ada sebagian bangunan yang sudah retak, padahal pembangunan baru saja rampung selama 6 bulan yang lalu.

” Masak baru dibangun sudah seperti ini kondisinya, kramiknya (ubin) sudah  banyak lepas ( sambil menunjukkan ubin yang terlepas), yang paling parah tu, diding yang ada dirabung tu sudah retak ,” ungkap salah satu pedagang beberapa waktu lalu.

Dan tidak hanya itu, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang posisi lapaknya di belakang gedung utama pasar modern juga mengeluhkan bau pesing yang berasal dari selokan,’Kami setiap hari harus mencium aroma pesing dari selokan WC atau toilet pasar sebab ternyata pasar kite ini tidak ada spitengnya,yang akhirnya pembuangan air kotoran melalui selokan yang menimbulkan bau pesing,’ungkap Pedagang Kaki Lima (PKL)  kepada FORUM Keadilan selasa kemarin (30/06/2015), seraya menunjukkan selokan yang berada dekat lapaknya.

Padahal menurutnya beberapa waktu lalu pasar modern ini sempat  ditinjau langsung oleh Kapolres Bangka AKB. Sekar Maulana, SIK. dan Bupati Bangka H. Tarmizi H saat serta dari pihak kejaksaan negeri sungailiat terkait keluhan pedagang terhadap kondisi bangunan pasar tersebut. Seperti diketahui Pembangunan pasar modern Sungailiat kabupaten Bangka,Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 14.288.093.000   namun bangunannya  dinilai tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Deddy Yulianto, beberapa waktu lalu  menilai pengawasan terhadap pekerjaan pasar modern Sungailiat tidak berjalan maksimal dan terkesan ada pembiaran dalam bidang pengawasan. Padahal tim pengawas pada saat itu dibentuk langsung oleh Bupati.  Bahkan, kata Deddy, kontrak RAB yang disepakati tidak sesuai dengan pekerjaan di lapangan.

“Mana tanggungjawabnya, dimana fungsi pengawasan dan konsultan pengawas, mestinya bila ada barang-barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi jangan diterima, ini terkesan ada pembiaran yang dilakukan oleh tim pengawas pembangunan yang dibentuk oleh Bupati,”tegas Deddy.

Deddy menyebutkan, pembangunan itu merupakan kesepakatan DPRD. Bahkan yang menganggarkannya anggota DPRD periode sebelumnya. Namun dia meminta agar pelaksanaan pembangunan tersebut dapat dilakukan dengan baik.

“Namun bukan berarti pekerjaan dilakukan asal-asalan. Apalagi sampai mengurangi kualitas dan spesifikasi yang telah ditentukan. Kita minta agar aturan dan mekanisme wajib dipatuhi,” tegasnya. Deddy memaparkan,dalam pelaksanaan pembangunan pasar tim pengawas harusnya bekerja sesuai tugasnya jangan ada pembiaran.

“Karena pengawas proyek itu penting, agar pekerjaan sesuai dengan kontrak dan RAB yang telah disepakati. Kalau sudah begini kan banyak pekerjaan yang dicurangi dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” paparnya.  Harus diperhatikan lanjut Deddy masalah pekerjaan form work baksting, pembesian, mutu beton, plesteran, pemasangan keramik, finishing, ketebalan rolling door, rangka baja, walapun tidak ditentukan oleh mereka.

“Biaya yang dianggarkan kita tahu, termasuk kualiatas, seperti kramik harga 210 permeter persegi, namun kenyataannya keramik biasa. Ini lah yang sangat kami sayangkan. Sementara anggaran yang telah dihabiskan sebesar Rp 14 miliar lebih namun hasilnya seperti ini,” pungkas Deddy.
Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia[AWI] Kab Bangka Robi sangat menyayangkan kondisi pasar modern yang seharusnya pasar tersebut untuk kenyamanan para pedagang dan pengunjung namun kenyataannya jauh dari yang diharapkan.’Saya selaku ketua DPC AWI Kab Bangka atas nama AWI meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Sungailiat untuk segera melakukan penyelidikan secara intensif  sebab ini berkaitan kemaslahatan orang banyak “, kata Robi dengan penuh semangat.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, pihak rekanan dan PPK belum memberikan komentar terkait permasalahan tersebut.

Romli Muktar

Comments are closed.