Halal bi Halal Dalam Rangka Mengintensifkan Hubungan Guna Mensukseskan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama bersama Forum  Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (Fokan) mengadakan Halal bi Halal bersama di Kantor BNN, Jakarta Rabu (29/7). (Farid/Forum)
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama bersama Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (Fokan) mengadakan Halal bi Halal bersama di Kantor BNN, Jakarta Rabu (29/7). (Farid/Forum)

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama bersama  Forum  Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (Fokan) mengadakan Halal bi Halal bersama di Kantor BNN, Jakarta Rabu (29/7). Kegiatan tersebut dalam rangka mengintensivkan hubungan BNN dengan Fokan guna mensukseskan program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Dalam kesempatan tersebut tersebut, Sekjen Fokan Anhar Nasution dalam keteranganya kepada wartawan menjelaskan, bahwa Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN berhasil menghimpun dan membina sebanyak 45 Ormas, LSM dan Yayasan dalam wadah Fokan yang konsen bergerak dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
“Saya menginginkan kerjasama ini makin hari makin ditingkatkan, mengingat bahaya narkoba sudah menjadi ancaman serius bagi bangsa ini,” ungkap Anhar .

Sekjen Fokan Anhar Nasution, memaparkan data mencengangkan soal dampak konsumsi narkotika dan obat terlarang. Menurut dia, jumlah korban meninggal akibat penggunaan Narkoba meningkat dari tahun ke tahun.

Jika sebelumnya setiap hari orang meninggal akibat narkoba mencapai 40 jiwa, kali ini meningkat menjadi 50 orang. “Ini angka yang mencengangkan. Jangankan Indonesia, dunia juga serius menanggulangi narkotika,” tegasnya.

Sementara Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dra. Sinta Dame Simanjuntak, MA pada wartawan mengajak seluruh Steakholders untuk membawa orang-orang yang telah menggunakan narkoba untuk dilakukan rehabilitasi.

Kalau tahun lalu BNN sudah merehabilitasi 18.000 penyalahguna  Narkoba, maka tahun 2015 ini, BNN bersama Kementrian terkait seperti Kementrian Kesehatan, Kementrian Sosial, Pemerintah Daerah serta TNI akan melakukan Rehabilitasi 100 ribu penyalahguna narkoba.
Saat disinggung banyaknya penyalahguna narkoba di kawasan rentan penyalahguna narkoba, seperti wilayah Kampung Ambon, Cilincing, Cimanggis, Bonjos dan Johar Baru, Sinta Dame Simanjuntak mengaku akan memprioritaskan di kawasan tersebut, dimana penyalahguna narkoba akan di rehabilitasi dan dilatih ketrampilan maupun usaha mandiri, tetapi untuk pengedar tetap akan ditindak tegas, kalau tahun lalu dengan jumlah 18 ribu yang direhabilitasi, karena lokasi untuk merehabilitasi juga masih terbatas, namun dengan kerjasama beberapa kementrian dan TNI, maka nantinya lokasi rehabilitasi juga di beberapa tempat, seperti RSUD, Puskesmas, dan Rumah Sakit milik Angkatan Darat, bahkan BNN juga mengajak LSM maupun Ormas untuk melakukan rehabilitasi dan pembinaan mantan pengguna narkoba, pintanya.

Farid/Forum

Comments are closed.